Ratas Presiden Bahas 600 Huntara Aceh

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat terbatas pembangunan 600 hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana Sumatera, di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).-Foto: Antara-

JAKARTA - Pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penanganan dampak bencana di wilayah Sumatera.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membahas pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis.

Rapat tersebut digelar sebagai bagian dari evaluasi dan penajaman rencana pembangunan 15 ribu unit huntara yang diinisiasi Danantara Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 600 unit menjadi tahap awal yang diprioritaskan untuk Aceh Tamiang.

BACA JUGA:Komisi XIII DPR Tegaskan Pilkada Harus Tetap Langsung

BACA JUGA:Prabowo Peluk Anak Pengungsi di Batu Hula

Dalam rapat yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Teddy menjelaskan bahwa pembahasan tidak hanya berfokus pada progres fisik pembangunan, tetapi juga kesiapan pendukung lainnya agar hunian dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

“Hari ini kita meninjau secara khusus pembangunan 600 unit hunian sementara dari total rencana 15 ribu unit yang akan dibangun Danantara Indonesia. Ini bagian dari langkah konkret pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Teddy.

Rapat terbatas tersebut dihadiri oleh 10 menteri Kabinet Merah Putih serta 15 direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

BACA JUGA:Gibran Targetkan Kawasan Legislatif Yudikatif IKN 2027

BACA JUGA:MPR RI Dorong Mitigasi Iklim 2026

Selain itu, pemerintah pusat juga menggelar koordinasi dengan pemerintah daerah Aceh, yang diwakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, serta jajaran terkait.

Pembangunan huntara ini direncanakan tersebar di tiga provinsi di Sumatera. Aceh mendapat porsi terbesar dengan 12 ribu unit, disusul Sumatera Utara sekitar 2 ribu unit, dan Sumatera Barat sebanyak 500 unit. Aceh Tamiang dipilih sebagai lokasi tahap awal karena tingkat urgensi dan kesiapan lahan.

Sebanyak 600 unit huntara di Aceh Tamiang dijadwalkan rampung dan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.

BACA JUGA:PAN Gelar Doa Bersama Anak Yatim

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan