Tantangan di Balik Pentas Teater Bunga Penutup Abad

Para pemain pementasan teater "Bunga Penutup Abad", Reza Rahardian (kiri), Happy Salma (kedua dari kiri), Sanjani Arifin (tengah), Chelsea Islan (kedua dari kanan), dan Andrew Trigg (kanan), usai preview media pertunjukan tersebut di Ciputra Artpreneur, J-Foto : ANTARA-
KORANPALPOS.COM – Pementasan Bunga Penutup Abad bukan hanya sajian seni yang memikat, tetapi juga hasil kerja keras penuh tantangan dari Happy Salma dan para pemain lainnya.
Dalam wawancara usai preview pertunjukan, Kamis (28/8) malam, Happy mengungkapkan betapa intens dan kompleksnya proses kreatif yang dilalui, baik dari segi emosi, stamina, maupun pengelolaan produksi.
“Ini bukan hanya soal stamina, tapi bagaimana memainkan emosi dalam waktu dua jam yang sangat padat dan cepat,” ujar Happy, yang juga memproduseri pentas.
BACA JUGA:Rosa Apresiasi Program Cek Kesehatan Gratis
BACA JUGA:Pantau Kondisi Keluarga, Aktifkan Penyuluh KB
Ia menekankan bahwa pergantian emosi yang begitu cepat menjadi tantangan utama bagi para aktor.
“Tadi kita menangis, lalu lima menit kemudian harus berubah lagi. Ini menguji semua tabungan pengalaman kita selama bertahun-tahun,” tambahnya.
Selain tuntutan akting, tantangan juga datang dari sisi produksi.
BACA JUGA:RK Bukan Ayah Kandung Putri Lisa Mariana
BACA JUGA:Happy Salma: Makna Kemerdekaan adalah Merayakan Hidup dan Kebersamaan
Pertunjukan teater garapan Titimangsa yang juga didirikan Happy ini melibatkan banyak pihak, dari sponsor, perusahaan pendukung, hingga Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, dan harus mampu menyatukan pikiran dan tujuan dalam satu kesatuan kolaboratif.
“Tantangannya luar biasa. Bagaimana menyatukan energi dari banyak pihak. Ini kan kerja kolaborasi melibatkan banyak stakeholder,” imbuh Happy.
Tidak hanya itu, “Bunga Penutup Abad” bukanlah tontonan ringan, ini adalah sajian yang menuntut konsentrasi dan perenungan.
BACA JUGA:Isyana Sarasvati Terinspirasi Iwan Fals Dalam Bermain Musik