Es Krim Potong Singapore, Jajanan Legendaris yang Masih Jadi Favorit Wisatawan

Dengan rasa klasik, harga terjangkau, dan sensasi nostalgia, street food ikonik ini selalu jadi incaran wisatawan di Orchard Road hingga Chinatown.-foto:Istimewa-
KULINER,KORANPALPOS.COM – Di tengah gempuran kuliner modern yang semakin variatif, Es Krim Potong Singapore tetap mempertahankan pesonanya sebagai salah satu jajanan ikonik yang digemari wisatawan.
Es krim dengan cita rasa klasik ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan nostalgia bagi masyarakat lokal maupun turis mancanegara yang berkunjung ke Negeri Singa.
Es krim potong mulai populer di Singapura sejak tahun 1960-an.
BACA JUGA:Resep Nasi Goreng Rumahan Simpel dan Lezat, Ala Hotel
BACA JUGA:Tepung Panir : Rahasia Renyah di Balik Gorengan Lezat
Saat itu, penjual keliling menjajakan es krim sederhana dengan sepeda gerobak di sepanjang jalan, kawasan sekolah, hingga tempat wisata.
Ciri khasnya adalah es krim yang dipotong berbentuk balok, lalu disajikan dengan cara unik: dijepit antara dua wafer renyah atau selembar roti tawar warna-warni.
Berbeda dengan es krim modern yang menggunakan mesin pendingin canggih, es krim potong dibuat secara tradisional.
BACA JUGA:Kulit Pangsit : Bahan Dasar Serbaguna dalam Dunia Kuliner
BACA JUGA:Cabriolet Premium Rp 2,9 Miliar: Mercedes-AMG CLE 53 Jadi Simbol Gaya Hidup Mewah
Hal inilah yang membuat teksturnya lebih padat namun tetap lembut saat digigit.
Hingga kini, jajanan ini masih dipertahankan oleh sejumlah penjual kaki lima di sudut kota Singapura, terutama di kawasan wisata seperti Orchard Road, Clarke Quay, hingga Chinatown.
Varian Rasa yang Populer
BACA JUGA:Bubur Candil : Sajian Manis Tradisional yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu