Harus Tegas ! Parkir Liar Timbulkan Kemacetan Lalulintas

Petugas Dishub Palembang bersama petugas kepolisian melakukan penertiban kendaraan yang parkir sembarang. -Foto : Disway-

"Kesadaran hukum masyarakat juga perlu ditingkatkan. Jangan hanya menyalahkan pemerintah, tetapi masyarakat juga harus disiplin dalam memarkir kendaraan di tempat yang sudah disediakan. Jika semua pihak bekerja sama, kemacetan akibat parkir liar bisa diatasi," tutupnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Palembang, mulai meningkatkan penertiban parkir liar untuk mengatasi kemacetan di kawasan jalan protokol di salah kota tertua di Indonesia tersebut.

Plt Kadishub Kota Palembang Agus Supriyanto di Palembang, Rabu, mengatakan bahwa saat ini pihaknya setiap hari menggencarkan penertiban parkir liar di sepanjang kawasan jalan protokol.

"Untuk merespon keluhan warga karena jalan macet akibat banyaknya parkir liar kendaraan roda empat," katanya.

Ia menambahkan selain menggencarkan razia, pihaknya juga melakukan pendekatan dengan sekolah- sekolah yang berada di pinggir jalan raya, dimana banyak kendaraan yang mengantar para siswa.

"Ini untuk mengurangi tingkat kemacetan di Kota Palembang, Sumatera Selatan," katanya.

Ia menambahkan penanganan parkir liar tersebut, pihaknya mengempeskan roda mobil, mengunci, bahkan akan mengangkut kendaraan tersebut.

Sebelumnya, Kasatlantas Polrestabes Palembang AKBP Yenny Diarti membantah hasil suvei dari Tomtom Traffic Index tahun 2024 yang menyebutkan bahwa Palembang merupakan kota termacet nomor delapan di Asia Tenggara.

"Lalu lintas di Kota Palembang sudah jauh lebih baik dengan didukung pembangunan infrastruktur dan rekayasa lalu lintas," kata Kasatlantas Polrestabes Palembang AKBP Yenny Diart.

Menurutnya survei yang beredar di media sosial pada 31 Januari 2025 tersebut survei yang menyatakan Kota Palembang masuk dalam urutan nomor delapan kota termacet di Asia Tenggara dengan durasi kemacetan mencapai 27 menit 55 detik yang berhasil mengalahkan kemacetan Jakarta.

“Untuk arus lalin Kota Palembang sudah sangat jauh lebih baik ya, karena ada beberapa rekayasa lalu lintas yang sudah kita lakukan di beberapa titik kemacetan yang selama ini mungkin kita rasakan, mungkin di sekitaran jalan Kolonel Haji Burlian, pasar KM 5, kemudian di sekitaran jalan Angkatan 66 yang selama ini sudah tersupport dengan pembangunan flyover," katanya.

Kendati demikian, menurutnya keberadaan sejumlah sekolah di pinggir jalan raya yang tidak memiliki fasilitas kantong parkir.

Sehingga masih menjadi atensi petugas, sebab kerap menyebabkan penumpukan kendaraan di bahu jalan pada jam sibuk saat masuk dan kepulangan siswa saat sekolah. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan