Skandal BBM Oplosan: Dirut PT Pertamina Patra Niaga Jadi Tersangka, Warga Lubuklinggau Kecewa

Ilustrasi : Salah satu SPBU di Kota Lubuklinggau yang memasarrkan BBM Jenis Pertamax Produk Pertamina.-Foto : Dokumen Palpos-
KORANPALPOS.COM - Kasus dugaan korupsi PT Pertamina Patra Niaga, yang melibatkan langsung Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan dengan modus mengoplos minyak pertalite menjadi Pertamax tidak saja membuat negara merugi.
Namun juga membuat sejumlah masyarakat Indonesia kecewa termasuk masyarakat di Sumatera Selatan, khususnya Kota Lubuklinggau.
Betapa tidak, hanya untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax agar tidak ikut membebani negara dengan BBM jenis subsidi, malah mendapat Pertamax oplosan.
"Saya sangat kecewa, rela bayar lebih demi mendapatkan BBM jenis Pertamax ternyata dapat oplosan," ungkap Rina Masaris, S.I.P, warga Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau.
BACA JUGA:Camat Sanga Desa dan Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Sekayu-Lubuklinggau
BACA JUGA:SMBR Raih Penghargaan PROPER Hijau 2024 dari KLHK
"Tolong Pertamina kinerja pegawainya benar-benar diperhatikan, jangan sampai rakyat dirugikan," ujar Ibu dua anak ini geram.
Dikatakan Rina, wajar saja banyak kendaraan yang rusak karena diisi dengan BBM oplosan.
"Wajar SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di sejumlah daerah banyak yang "nakal" karena Direkturnya saja "nakal", tegas Rina.
Amarah dan kesal juga disampaikan oleh mantan pengurus HMI Cabang Palembang, Jamil Amir Sikumbang, S.H.I.
BACA JUGA:DWP Inspektorat Prabumulih Gelar Bazal Amal : Hasilnya Disumbangkan ke Panti Asuhan !
BACA JUGA:Operasi Pekat Musi 2025 : Polsek Tanjung Batu Sita Ratusan Botol Minuman Keras !
Alumni IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Raden Fatah Palembang ini merasa kecewa dan telah dirugikan oleh tindakan curang jajaran pimpinan PT Pertamina Patra Niaga.
"Setahun terakhir saya menjadi pengguna setia Pertamax, ternyata BBM non subsidi tersebut telah dioplos, ini telah merugikan saya selaku konsumen," kata dengan berapi-api.