ASITA Menunggu Penambahan 3 Negara untuk Bebas Visa Kunjungan : Fokus Korea Selatan, Australia, dan India !

Situas Cagar Budaya Pulau Basing di Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Kepri berpotensi jadi objek wisata baru.-FOTO : ANTARA-

BACA JUGA:Booming Kripto : OJK Catat Nilai Transaksi Tembus Rp344 Triliun di 2024 !

Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kelas menengah yang berkembang pesat, ketiga negara ini memiliki potensi besar untuk menyumbang jumlah wisatawan yang signifikan bagi Indonesia.

Wisatawan dari Korea Selatan menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap berbagai destinasi di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.

Destinasi budaya dan wisata alam di Indonesia sering menjadi tujuan favorit bagi turis Korea Selatan.

BACA JUGA:Klaim Saldo DANA Gratis Rp130.000 Melalui Link Ini, Hadiah Langsung Terkirim ke Dompet Elektronik Anda!

BACA JUGA:Harga Pangan 6 September 2024 : Harga Bawang Putih Meroket, Tembus Rp40.190 per Kg !

Namun, kendala administrasi seperti proses visa sering kali menjadi hambatan yang mengurangi jumlah kunjungan mereka.

Australia adalah salah satu pasar utama bagi pariwisata Indonesia, terutama karena kedekatannya secara geografis dan hubungan budaya yang erat.

Wisatawan Australia sering mengunjungi Bali dan destinasi pantai lainnya. Bebas visa akan memudahkan perjalanan mereka dan dapat mendorong lebih banyak kunjungan serta investasi dalam sektor pariwisata.

India, sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar dan pertumbuhan ekonomi yang cepat, menunjukkan potensi besar dalam sektor pariwisata.

Wisatawan India, terutama yang berasal dari kota-kota besar seperti Mumbai, Delhi, dan Bengaluru, menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengalaman wisata di Indonesia.

Penghapusan persyaratan visa dapat mengatasi kendala perjalanan dan meningkatkan kunjungan mereka.

Eva Betty menjelaskan bahwa ASITA dan berbagai pemangku kepentingan lainnya telah berupaya keras untuk mengajukan penambahan negara-negara tersebut ke dalam daftar bebas visa.

Usaha ini melibatkan berbagai diskusi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah dan instansi terkait.

“Proses ini memang tidak mudah. Kami telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pertemuan dengan pihak-pihak terkait hingga pengajuan resmi. Kami percaya bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Indonesia,” kata Eva.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan