JAKARTA – Pemerintah membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat dalam menentukan identitas visual peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan proses pemilihan logo resmi dilakukan dengan melibatkan suara publik secara langsung.
Kebijakan tersebut menjadi langkah baru dalam penyelenggaraan peringatan kemerdekaan, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penikmat hasil akhir, tetapi juga turut menentukan desain yang akan mewakili semangat bangsa pada perayaan nasional tahun 2026.
BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Hentikan Kebocoran Anggaran
BACA JUGA:Santri Diminta Ambil Peran Bangsa
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa Presiden memberikan arahan agar lima desain terbaik hasil seleksi tidak langsung diputuskan oleh pemerintah.
Sebaliknya, seluruh finalis diberikan kesempatan yang sama untuk dinilai dan dipilih oleh masyarakat melalui platform resmi yang telah disediakan.
Menurutnya, mekanisme tersebut menjadi bentuk keterlibatan publik dalam proses kreatif yang berkaitan dengan simbol nasional.
BACA JUGA:Gerindra Bantah Isu Awasi Gibran
BACA JUGA:Kritik Pemerintah Harus Berintegritas Tinggi
Selama ini, proses pemilihan biasanya dilakukan secara internal setelah melalui tahapan kurasi dan penyaringan hingga menyisakan beberapa kandidat terbaik.
“Presiden ingin masyarakat ikut menentukan pilihan. Ini menjadi bentuk partisipasi publik yang positif sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap simbol peringatan kemerdekaan,” ujarnya dalam keterangan kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Proses pencarian logo dimulai melalui sayembara terbuka yang digelar pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Desain Grafis Indonesia.
BACA JUGA:Produksi Beras Jagung Pecahkan Rekor
BACA JUGA:Prabowo Gandeng Imperial College Bangun 10 Kampus Medis