Menurut Kepala Negara, Jerman selama ini dikenal sebagai negara yang unggul dalam bidang inovasi, riset, dan teknologi.
Keunggulan tersebut menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Hubungan kedua negara juga tercermin dari banyaknya warga Indonesia yang menempuh pendidikan maupun pelatihan profesional di Jerman.
BACA JUGA:KUHP Baru Perkuat Upaya Berantas Mafia Tanah
BACA JUGA:KSP Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Pengalaman tersebut dinilai telah berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di berbagai bidang.
Prabowo turut mengenang pengalamannya mengikuti pelatihan di Jerman pada tahun 1981.
Pengalaman tersebut, kata dia, memberikan gambaran langsung mengenai budaya kerja, disiplin, serta penghormatan terhadap aturan dan institusi yang menjadi salah satu kekuatan negara tersebut.
BACA JUGA:KSP Dorong Percepatan Perpres Koperasi Merah Putih
BACA JUGA:Penguatan Karakter Kunci Indonesia Emas
Selain kerja sama modern, Presiden juga menyoroti akar historis hubungan Indonesia dan Jerman yang telah terjalin jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, kalangan akademisi dan peneliti Jerman memiliki kontribusi penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan potensi Nusantara kepada dunia internasional.
Memasuki peringatan 75 tahun hubungan diplomatik pada tahun mendatang, Indonesia berharap kerja sama kedua negara dapat semakin luas dan mencakup sektor-sektor strategis baru, termasuk energi hijau, transformasi digital, pendidikan vokasi, dan investasi.
BACA JUGA:Trump Dekati Kesepakatan Damai Iran
BACA JUGA:MPR Dorong Peningkatan Kualitas Pengasuhan Anak Sejak Usia Dini
Menutup sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Steinmeier ke Indonesia.