Fatimah Binti Khattab, Jalan Hidayah Umar

Minggu 15 Mar 2026 - 20:32 WIB
Reporter : Bambang Samudera
Editor : Dahlia

Ketika Umar tiba di rumah itu, Fatimah dan Sa'id sebenarnya sedang mempelajari ayat-ayat Al-Qur'an bersama seorang sahabat Nabi, Khabbab bin al-Aratt.

BACA JUGA:Golongan yang Wajib Membayar Fidyah Saat Ramadan

BACA JUGA:Keteladanan Sahabat Nabi: Pilar Kekuatan dan Penyebaran Islam

Mereka sedang membaca lembaran ayat dari Surah Taha. Mendengar langkah Umar mendekat, Khabbab segera bersembunyi.

Namun Umar sudah terlanjur masuk. Suasana tegang langsung terasa. Ia sebelumnya sempat mendengar sesuatu dari dalam rumah dan menuntut penjelasan.

Perdebatan pun terjadi. Dalam kemarahan yang memuncak, Umar bahkan memukul Sa'id dan kemudian mengenai Fatimah yang mencoba melindungi suaminya.

Namun pada saat itulah sesuatu yang tidak disangka terjadi.

BACA JUGA:Ramadan Jadi Momentum Menggapai Ketenangan Batin

BACA JUGA:Herman Deru Kaji Kenaikan Bantuan Parpol Sumsel

Fatimah berdiri dengan tegas di hadapan kakaknya.

Dengan suara yang tetap tenang, ia mengatakan bahwa dirinya memang telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada rasa takut dalam ucapannya.

Tidak ada pula keinginan untuk menarik kembali keyakinannya.

Sikap itu membuat Umar terdiam sejenak. Ia melihat darah di wajah adiknya sendiri, tetapi perempuan itu tetap teguh dengan keyakinannya. Kemarahan Umar perlahan berubah menjadi rasa ingin tahu.

Ia lalu meminta agar Fatimah membacakan ayat yang sempat ia dengar tadi.

Fatimah tidak langsung melakukannya. Ia meminta Umar terlebih dahulu membersihkan diri. Setelah Umar melakukannya, barulah ia membacakan ayat-ayat tersebut.

Umar mulai mendengar dengan seksama ayat-ayat dari Surah Taha yang dibaca Fatimah.

Kategori :