Ia menekankan pentingnya mengungkap apakah terdapat unsur kelalaian, pelanggaran prosedur, atau kelemahan sistem dalam proses distribusi MBG yang berujung pada kecelakaan tersebut. Hasil investigasi dinilai penting sebagai dasar perbaikan kebijakan ke depan.
Di sisi lain, Hetifah mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang langsung turun tangan membantu pembiayaan penanganan medis para korban.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa bantuan darurat saja tidak cukup. Pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab atas pelaksanaan MBG harus segera melakukan pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah mana pun.
BACA JUGA:Rusia Siap Bantu Nuklir RI
BACA JUGA:Ombudsman RI Andalkan Pendekatan Persuasif agar Rekomendasi Dipatuhi Institusi
Komisi X DPR RI, lanjut Hetifah, berkomitmen untuk terus mengawal proses evaluasi dan penanganan kasus ini. DPR juga akan mendorong perbaikan regulasi serta peningkatan standar operasional, termasuk pelatihan dan sertifikasi petugas distribusi MBG, demi menjamin keamanan dan keberlanjutan program.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang dilakukan kepolisian.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menimpa siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan korban yang terluka.
BACA JUGA:Pakistan Siap Kirim Tenaga Medis ke Indonesia
BACA JUGA:Manajemen Talenta ASN Dinilai Efektif Cegah Intervensi Politik
BGN juga menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi penting untuk memperbaiki tata kelola distribusi MBG agar ke depan program tersebut dapat berjalan lebih aman dan optimal.(ant)