“Kami memilih Pinang Betara karena selain cepat berbuah, hasilnya juga bernilai ekonomi tinggi. Dengan menanam 2.000 pohon ini, kami berharap masyarakat Desa Sukakarya dan sekitarnya bisa merasakan manfaat langsung dari kegiatan penghijauan ini,” ujar Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development PHR Regional 1.
Lebih dari sekadar menanam, PEP Pendopo Field juga fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal melalui inovasi pengolahan hasil panen pinang.
Pendopo Field mendorong KWT Melati di Desa Sukakarya untuk mengolah buah pinang menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Beberapa produk kreatif yang telah dihasilkan KWT Melati antara lain Kopi pinang, yang kini mulai dikenal sebagai minuman herbal penambah stamina.
Bandrek pinang, minuman tradisional dengan rasa khas yang menyehatkan.
Permen pinang, inovasi baru yang digemari anak-anak dan remaja, serta pewarna alami eco-print yang dihasilkan dari daun pinang, digunakan untuk tekstil ramah lingkungan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga mampu mengolah hasilnya menjadi produk bernilai jual tinggi. Dengan begitu, program penghijauan ini menjadi gerakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” jelas Iwan Ridwan.
Menurutnya, PEP Pendopo Field juga akan terus mendampingi masyarakat dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, pendampingan pemasaran, serta membantu menciptakan jejaring ekonomi lokal yang kuat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan, PEP Pendopo Field tidak bekerja sendiri.
Perusahaan ini bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan STL Ulu Terawas serta Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Rawas untuk memperluas manfaat program penghijauan ke desa-desa lain.
“Pendopo Field bersama pemerintah kecamatan dan KWT Melati akan membagikan bibit pinang dan memberikan dukungan pupuk bagi warga di desa-desa sekitar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan,” ungkap Iwan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PEP Pendopo Field dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Dengan menanam ribuan pohon pinang, perusahaan berharap dapat memberikan kontribusi terhadap penyerapan karbon, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung program pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim.
“Kami percaya, energi tidak hanya tentang minyak dan gas, tetapi juga tentang kehidupan. Melalui penghijauan dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah operasional kami membawa manfaat positif bagi lingkungan dan generasi masa depan,” tutup Iwan Ridwan Faizal.
Ketua KWT Melati, Suhartini, mengaku bahwa keberadaan program pendampingan dari PEP Pendopo Field telah memberikan dampak nyata bagi perekonomian perempuan di desanya.
“Pinang telah membantu perekonomian keluarga kami. Ketika ibu-ibu membutuhkan dana mendesak, misalnya untuk membeli susu anak, mereka bisa menjual pinang ke KWT Melati. Tiga tahun ke depan, halaman rumah warga akan semakin hijau sekaligus menjadi sumber penghasilan,” tutur Suhartini.