Ketangguhan Keluarga Kunci Hadapi Disrupsi Global
Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33.-Foto: Ist-
OKI,KORANPALPOS.COM - Ketangguhan keluarga menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang kian kompleks, mulai dari perubahan sosial, tekanan ekonomi, hingga ancaman di ruang digital.
Karena itu, penguatan keluarga dinilai menjadi agenda strategis yang perlu terus diperkuat sebagai modal membangun masyarakat yang tangguh.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki melalui Sekretaris Daerah OKI Asmar Wijaya saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Kabupaten OKI Tahun 2026.
BACA JUGA:8 Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pandangan Umum Terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
BACA JUGA:Bidik Aktor Utama, Kejati Sumsel Dalami Dugaan Korupsi Pelayaran Sungai Lalan
"Ketahanan keluarga bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Dari keluargalah lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan," ujar Asmar saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di Halaman Kantor Bupati OKI, (29/6).
Menurutnya, Indonesia tengah berada di ambang bonus demografi yang diproyeksikan menjadi modal besar menuju Indonesia Emas 2045.
Namun, peluang tersebut hanya akan memberikan manfaat apabila diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan keluarga.
BACA JUGA:Lahan 2 Hektare di Gelumbang Hasilkan 4 Ton Jagung
BACA JUGA:Dukung Sukses Sensus Ekonomi dan Program Sekolah Rakyat di Sumsel
"Pembangunan manusia dimulai melalui tiga pilar utama, yakni pemenuhan kesehatan keluarga dan percepatan pencegahan stunting, penguatan pendidikan karakter serta keterampilan abad ke-21, dan pembinaan kesehatan mental maupun spiritual sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Peran ayah, katanya, tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara fisik maupun emosional untuk membangun karakter, rasa aman, serta kesehatan mental anak.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Asmar mengingatkan orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada gawai.