Palembang Optimalkan Tim Terpadu Cegah Karhutla
Ratu Dewa, Wali Kota Palembang. foto: antara--
KORANPALPOS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, mengoptimalkan tim terpadu pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau 2026.
"Optimalisasi tim terpadu karhutla yang beranggotakan unsur Pemkot Palembang, TNI, Polri, dan elemen masyarakat itu sebagai tindakan antisipasi terjadinya karhutla yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan aktivitas serta kesehatan masyarakat," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Menurut dia, untuk mendukung kegiatan tim terpadu itu, pihaknya menyiapkan peralatan serta perlengkapan pencegahan dan pengendalian kebakaran seperti mobil tanki air, ambulans, mobil pemadam api, pompa jinjing dan lainnya.
Wilayah Kota Palembang memiliki 18 kecamatan dari jumlah itu 10 kecamatan di antaranya tergolong rawan terjadi karhutla.
BACA JUGA:Herman Deru Dorong IA-ITB Sumsel Jadi Motor Gagasan Percepatan Pembangunan Daerah
BACA JUGA:Sumsel Berdayakan P2EP Sukseskan Mandiri Pangan
Berdasarkan data pada musim kemarau beberapa tahun terakhir, kecamatan yang tergolong rawan terjadi karhutla seperti Kecamatan Jakabaring, Kertapati, Alang-alang Lebar, Sukarami, dan Kecamatan Gandus.
"Mengacu dengan data tahun sebelumnya, kecamatan tersebut menjadi atensi pencegahan dan penanggulangan karhutla tanpa menyampingkan kecamatan lainnya," ujar Wali Kota Ratu Dewa.
Sebelumnya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel M Iqbal Alisyabana menjelaskan menghadapi musim kemarau pada 2026 ini yang diprediksi lebih kering karena pengaruh El Nino, pihaknya mulai meningkatkan kesiapsiagaan personel serta peralatan pendukung.
Selain itu pihaknya mengajukan permintaan dukungan 10 unit helikopter kepada BNPB untuk mengoptimalkan kegiatan penanganan karhutla di daerah rawan yang sulit dijangkau dari darat.
BACA JUGA:Wagub Sumsel Dorong SDM Unggul
BACA JUGA:Dinkes Palembang Kembangkan Puskesmas Inklusif
Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya ada 12 kabupaten/kota di wilayah provinsi ini tergolong rawan karhutla, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Muara Enim.
''Kemudian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara," jelas Iqbal. (ant)