DWP Perkuat Literasi Generasi Muda
Ketua DWP Kota Palembang Ida Royani dalam kegiatan budaya literasi generasi muda sejak usia dini melalui program Berias (Bercerita Dengan Suara Keras). foto: antara--
KORANPALPOS.COM - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang, bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang memperkuat budaya literasi generasi muda sejak usia dini melalui program Berias (Bercerita Dengan Suara Keras).
Ketua DWP Kota Palembang Ida Royani, mengungkapkan bahwa program itu sengaja dihadirkan untuk mengubah paradigma membaca menjadi aktivitas yang menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak.
Menurutnya, jika selama ini istilah "berias" identik dengan mempercantik penampilan fisik, maka melalui gerakan ini yang dipercantik adalah akal budi, imajinasi, dan masa depan generasi muda.
"Ketika sebuah buku dibacakan dengan suara lantang dan penuh penghayatan, di situlah keajaiban literasi dimulai. Anak-anak dapat menjelajahi dunia, mengenal nilai-nilai kehidupan, dan mengembangkan imajinasi mereka tanpa batas," kata Ida.
BACA JUGA:Palembang Luncurkan Prangko Penanda Kota
BACA JUGA:Pemkot Palembang Gelar Pasar Murah di 5 Kecamatan
Ia menegaskan, tantangan terbesar dalam membangun literasi generasi saat ini bukan lagi minimnya akses terhadap buku, melainkan tingginya paparan gawai dan media sosial. Kondisi tersebut dinilai perlahan menjauhkan anak-anak dari buku.
Oleh karena itu, DWP Kota Palembang mendorong optimalisasi peran ibu dan Bunda Literasi sebagai benteng pertama pertahanan literasi di lingkungan keluarga.
"Bunda Literasi adalah obor penggerak budaya membaca, sementara ibu-ibu Dharma Wanita menjadi jangkar dalam keluarga agar gawai tidak menggantikan kehangatan seorang ibu saat membacakan dongeng kepada anak-anaknya," ujarnya.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk konsisten meluangkan waktu 15 menit setiap hari membacakan cerita kepada anak di rumah sebagai fondasi emas pembentukan karakter pemimpin masa depan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang Heru menyatakan dukungan penuh terhadap metode membaca nyaring (read aloud) yang diterapkan dalam program BERIAS. Metode ini dinilai krusial dalam meningkatkan kemampuan kognitif serta pemahaman teks pada anak usia sekolah dasar.
BACA JUGA:Cat Rumah Warga Tepi Sungai Musi
BACA JUGA:Herman Deru Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Sumsel Berpartisipasi Aktif
Heru menekankan bahwa penguatan literasi generasi baru tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja, melainkan butuh kolaborasi erat antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.