Harga Pertamax Naik DPR Bereaksi
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon.-Foto: Antara-
BACA JUGA:Renovasi RS Demi Layanan Merata
Meski demikian, Dony mengakui bahwa kondisi pasar energi global saat ini memang sedang mengalami tekanan.
Ketidakstabilan geopolitik di sejumlah kawasan dunia telah mendorong kenaikan harga minyak mentah internasional yang berdampak pada biaya pengadaan energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa BBM nonsubsidi pada dasarnya mengikuti perkembangan harga pasar internasional.
BACA JUGA:PANRB Perkuat Transformasi Lewat Tambahan Anggaran
BACA JUGA:Strategi Iptek Menjawab Ketidakpastian Global
Karena itu, perubahan harga minyak dunia akan berpengaruh langsung terhadap harga jual produk BBM yang tidak mendapatkan subsidi pemerintah.
Namun demikian, ia menilai masyarakat tetap berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan harga.
Dengan adanya penjelasan yang transparan, publik dapat memahami kondisi yang melatarbelakangi kebijakan tersebut dan mengurangi berbagai spekulasi yang berkembang.
BACA JUGA:Mensesneg Prasetyo Hadi Hormati Keputusan PTDH Ketua Ombudsman Nonaktif Hery Susanto
BACA JUGA:Prabowo Sambut Delapan Duta Besar Negara Sahabat, Perkuat Kerja Sama dan Diplomasi Internasional
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026.
Dalam kebijakan terbaru tersebut, harga Pertamax dengan nilai oktan (RON) 92 mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
BACA JUGA:Mensesneg Prasetyo Hadi Hormati Keputusan PTDH Ketua Ombudsman Nonaktif Hery Susanto