Tekan Angka Pernikahan Usia Dini, SAPA Perahu Kajang
Kepala DPPKB Kabupaten OKI, Zulpikar saat berada di Kantor BKKBN Sumsel-Foto: Antara-
KAYUAGUNG, KORANPALPOS.COM - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menggandeng Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan untuk menekan angka pernikahan usia dini melalui proyek perubahan bertajuk "SAPA Perahu Kajang".
Kepala DPPKB Kabupaten OKI Zulpikar di Kantor BKKBN Sumsel, Palembang, menerangkan "SAPA Perahu Kajang" merupakan akronim dari Strategi Pencegahan Remaja Nikah Usia Dini kurangi Age-Specific Fertility Rate (ASFR) Jangka Panjang.
"Program ini dirancang sebagai strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk mendorong pendewasaan usia perkawinan di wilayah OKI," katanya.
BACA JUGA:Bupati Toha Terima Sertifikat Desain Jembatan P6 Lalan, Minta Pembangunan Dipercepat
BACA JUGA:Ribuan ASN Prabumulih Sumringah, Gaji ke-13 Cair dengan Nilai Total Capai Rp30,8 Miliar
Ia menjelaskan berdasarkan data tahun 2025, tercatat 720 pasangan menikah di usia dini di Kabupaten OKI.
Angka tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkatkan berbagai risiko, mulai dari stunting, gangguan kesehatan ibu dan anak, hingga penurunan kualitas generasi muda di masa depan.
Melalui program ini, DPPKB OKI memaksimalkan kelompok-kelompok kegiatan di wilayah itu untuk menjangkau masyarakat umum yang belum terlibat.
BACA JUGA:Gaji Ke-13 ASN OKI Cair, Bupati Ingatkan Dahulukan Biaya Sekolah
BACA JUGA:Wabup OKU Ingatkan Petugas Sensus Ekonomi 2026: Jangan Manipulasi Data Demi Bantuan Sosial
Warga dan remaja akan diberikan edukasi komprehensif mengenai kesehatan reproduksi serta perencanaan kehidupan berkeluarga.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari Kepala Dinas PPKB Kabupaten OKI kepada Perwakilan BKKBN Sumsel berupa buku "Bedah Anatomi, Policy Brief, dan Policy Paper" sebagai simbol penguatan sinergi program kependudukan di Sumatera Selatan. (ant)