Israel dan Hizbullah Hentikan Konflik

Jejak kejahatan Israel: Jalan-jalan wilayah Dahieh yang hancur setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon.-Foto: Antara-

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon telah menyepakati penghentian aksi saling serang yang selama berbulan-bulan memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin (1/6) melalui akun media sosial Truth Social miliknya.

Trump menyebut dirinya telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak guna meredakan situasi yang berpotensi memicu konflik lebih luas.

BACA JUGA:Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

BACA JUGA:Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru 2026

Menurutnya, upaya diplomatik yang dilakukan berhasil menghasilkan komitmen dari kedua belah pihak untuk menghentikan aksi militer dan serangan lintas perbatasan.

Dalam keterangannya, Trump mengaku melakukan percakapan yang produktif dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dari komunikasi tersebut, ia memperoleh jaminan bahwa Israel tidak akan mengirim pasukan ke ibu kota Lebanon, Beirut, maupun melakukan langkah militer yang dapat memperburuk situasi keamanan.

BACA JUGA:PDIP Susun Strategi Pemilu 2029

BACA JUGA:Pelayanan Jamaah Diminta Tetap Optimal Hingga Pemulangan

Trump menegaskan bahwa setiap pergerakan pasukan yang sebelumnya mengarah ke Lebanon telah dibatalkan.

Ia menyatakan pemerintah Israel telah menyampaikan komitmen untuk menahan diri demi menjaga stabilitas kawasan dan menghindari eskalasi baru.

Selain berbicara dengan pihak Israel, Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya menjalin komunikasi tidak langsung dengan Hizbullah melalui sejumlah perantara tingkat tinggi.

BACA JUGA:Kehadiran Perempuan di Parlemen Perkuat Kualitas Kebijakan Publik dan Demokrasi Indonesia

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan