Diplomasi Prabowo Jangan Dipolitisasi

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bahtra Banong.-Foto: Antara-

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Bahtra Banong menilai kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis merupakan agenda diplomasi strategis yang telah dipersiapkan sejak lama dan tidak sepatutnya dipolitisasi hanya karena berlangsung berdekatan dengan momentum Hari Raya Idul Adha.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Bahtra menegaskan bahwa lawatan Presiden Prabowo merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara mitra utama dunia di tengah situasi global yang semakin dinamis.

Menurut dia, agenda kenegaraan tersebut lahir melalui proses komunikasi diplomatik yang panjang dan terukur antara kedua negara.

BACA JUGA:Puan Maharani: Idul Adha Pererat Kepedulian Sosial

BACA JUGA:Gibran Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal

Ia mengatakan, kunjungan itu tidak bisa dipandang sekadar dari sisi simbolik karena menyangkut kepentingan nasional yang lebih luas, terutama dalam bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, hingga pengembangan industri strategis nasional.

“Agenda seperti ini bukan sesuatu yang diputuskan mendadak. Ada proses diplomasi panjang yang sudah dirancang jauh hari bersama pemerintah Prancis. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha,” ujar Bahtra.

Politikus itu juga menyoroti eratnya hubungan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Emmanuel Macron dalam satu tahun terakhir. Kedekatan hubungan kedua pemimpin negara dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor.

BACA JUGA:Bingung Pilih Motor Sport atau Moge Bekas di Palembang? Ini Opsi Terbaik Harga Rp 40 Jutaan

BACA JUGA:Generasi Muda Masa Depan Indonesia

Menurut Bahtra, hubungan baik tersebut sebelumnya juga tercermin ketika Prabowo mendapat kehormatan sebagai tamu utama dalam peringatan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day pada 2025.

Ia menilai penghormatan tersebut menunjukkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam percaturan internasional.

“Tidak semua pemimpin dunia mendapatkan penghormatan diplomatik seperti itu. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi penting di mata dunia internasional,” katanya.

BACA JUGA:DPR Minta PTSL Dipercepat Transparan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan