Disinformasi AI Dinilai Ancam Pemilu 2029

Ilustrasi Pemilih memasukkan surat suara saat pemungutan dalam pemilu 2024.-Foto: Antara-

MALANG – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan menjadi tantangan besar dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Brawijaya, Verdy Firmantoro, menilai pemerintah dan lembaga penyelenggara pemilu perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini untuk menghadapi ancaman disinformasi berbasis AI.

Menurut Verdy, perkembangan teknologi digital membuat penyebaran informasi manipulatif semakin sulit dibedakan dengan fakta sebenarnya.

BACA JUGA:Prabowo Tebar 1.098 Sapi Kurban

BACA JUGA:DPR Minta PTSL Dipercepat Transparan

Konten hasil rekayasa AI seperti video palsu, suara tiruan, hingga gambar manipulatif dinilai berpotensi memengaruhi opini publik secara masif menjelang pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan penanganan tidak cukup hanya bersifat reaktif setelah informasi palsu tersebar luas.

Pemerintah bersama penyelenggara pemilu perlu membangun sistem pencegahan yang lebih substantif melalui deteksi dini terhadap pola penyebaran disinformasi di ruang digital.

BACA JUGA:Aktivitas Teddy Dinilai Transparan Publik

BACA JUGA:DPR Minta KBIHU Tak Ambil Alih Peran Kemenhaj dan Fokus Dampingi Jamaah Haji di Tanah Suci

“Konten berbasis AI membuat masyarakat semakin sulit membedakan mana informasi asli dan mana yang hasil manipulasi. Karena itu, langkah pencegahan harus dipersiapkan jauh sebelum tahapan Pemilu dimulai,” ujar Verdy di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Ia menambahkan, sistem deteksi dini menjadi fondasi penting untuk memitigasi penyebaran informasi menyesatkan yang dapat memicu polarisasi politik di masyarakat.

Selain itu, aktivitas akun anonim dan jaringan buzzer juga perlu dipetakan secara sistematis agar penyebaran propaganda digital dapat dipantau lebih efektif.

BACA JUGA:DPR Apresiasi Negara Sahabat Bantu WNI Pulang

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan