Sumsel Pulangkan 60 Pekerja Migran Nonprosedural

Waydinsyah, Kepala BP3MI Sumsel. foto: Antara --

KORANPALPOS.COM - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 60 pekerja migran bermasalah berhasil dipulangkan sepanjang 2026 setelah diketahui bekerja di luar negeri secara nonprosedural dan terindikasi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kepala BP3MI Sumsel Waydinsyah seusai rapat pemantapan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO 2026-2030, di Palembang, Senin (25/05/2026), mengatakan pekerja migran yang dipulangkan tersebut berasal dari Malaysia dan Kamboja.

“Untuk yang berhasil kita data dan pulangkan, sudah hampir sekitar 60 orang yang terdiri dari pekerja dari Malaysia dan Kamboja,” katanya.

Ia menjelaskan para pekerja migran tersebut diketahui tidak terdaftar secara resmi di kementerian sehingga keberangkatannya dinilai nonprosedural.

BACA JUGA:Wagub Cik Ujang Buka Musprov Inkindo Sumsel, Perkuat Profesionalisme dan Sukseskan Munas 2026 di Palembang

BACA JUGA:Pelaku UMKM Akses Layanan NIB Gratis

Selain melakukan pemulangan, BP3MI Sumsel juga melakukan pencegahan keberangkatan calon pekerja migran ilegal bekerja sama dengan pihak imigrasi.

Pada 2025, BP3MI Sumsel berhasil mencegah keberangkatan tujuh orang di bandara, sedangkan pada 2026 hingga semester pertama tercatat tiga orang berhasil dicegah.

Untuk tren kasus pekerja migran nonprosedural di Sumsel cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah warga Sumsel yang bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi yang dipulangkan.

“Indikasinya memang mengarah pada tindak pidana perdagangan orang karena mereka diberi iming-iming pekerjaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya menjelaskan.

Ia mencontohkan para korban awalnya dijanjikan bekerja di restoran di Malaysia atau Thailand maupun sebagai sopir di Thailand, namun kenyataannya diarahkan ke negara lain seperti Kamboja dengan pekerjaan yang tidak sesuai.

BACA JUGA:Makan Malam Pertukaran Tokoh Politik Tiongkok - Indonesia

BACA JUGA:PMI Palembang Ajak Tingkatkan Kepedulian Lewat Donor Darah

Tingginya kasus TPPO masih dipengaruhi minimnya informasi di masyarakat mengenai prosedur aman bekerja ke luar negeri.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan