OKU Kembangkan Sampah Jadi Energi Alternatif

Bupati Teddy ajak kembangkan pengolahan sampah jadi bahan bakar alternatif.-Foto: ANTARA-

KORANPALPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU), mengembangkan sistem pengolahan sampah jadi bahan bakar alternatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) wilayah setempat.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah, mengatakan pihaknya mengadopsi sistem teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif di RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang untuk diterapkan di wilayahnya.

"Kunjungan kami ke RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang pada Jumat (22/5) menindaklanjuti kerja sama dengan PT Asiana Technologies Lestary untuk melihat langsung proses pengolahan sampah di sana," katanya.

BACA JUGA:Pemkab Muara Enim Salurkan 17 Sapi Kurban, Termasuk Bantuan Presiden

BACA JUGA:Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Ditabrak Truk

Dalam kunjungan tersebut ia melihat secara langsung cara kerja sistem pengolahan sampah yang mengubah sampah landfill menjadi bahan bakar pengganti bahan bakar fosil yang dibutuhkan industri semen.

Teknologi ini diklaim mampu mengolah sampah tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun pungutan biaya pengolahan (tipping fee).

Selain mengurangi volume sampah yang menumpuk, skema kerja sama ini juga menawarkan nilai tambah bagi daerah.

BACA JUGA:Pemkab Muba Salurkan Hewan Kurban untuk Masjid, Ponpes hingga Disabilitas

BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Pemkab OKU Sidak Pasar

Perusahaan akan menyewa lahan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disediakan pemerintah kabupaten, sehingga dapat menjadi sumber PAD baru.

"Sistem ini rencananya mulai diterapkan tahun ini di lahan TPA yang ada di Kabupaten OKU," jelasnya.

Melalui sistem ini, kata dia, volume sampah yang masuk ke TPA ditargetkan dapat berkurang drastis, sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap bahan bakar ramah lingkungan.

"Selama ini pengelolaan sampah masih konvensional dan membebani anggaran. Teknologi RDF ini menjadi solusi tepat, karena selain sampah berkurang, daerah juga mendapat pemasukan sewa lahan tanpa biaya operasional dari APBD," kata Bupati OKU Teddy Meilwansyah. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan