Dorong Kemandirian Perempuan Lewat Florist dan Hidroponik

PELATIHAN : Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muara Enim, di Aula KLA DPPPA Kabupaten Muara Enim, menggelar pelatihan Pembuatan Papan Bunga Akrilik (Florist) dan Hidroponik.-foto:dokumen palpos-

MUARA ENIM,KORANPALPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Muara Enim terus mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian perempuan melalui berbagai program pemberdayaan. 

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Papan Bunga Akrilik (Florist) dan Hidroponik Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muara Enim, di Aula KLA DPPPA Kabupaten Muara Enim, Kamis 21 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Muara Enim yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Ulil Amri.

BACA JUGA:Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Perintahkan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi'

BACA JUGA:APBN 2027 Fokus Kesejahteraan Rakyat

Dalam sambutannya, Ulil menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, seiring perkembangan zaman, perempuan dituntut untuk semakin kreatif, mandiri, dan mampu meningkatkan kapasitas diri agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan keluarga.

"Pemberdayaan perempuan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Muara Enim terus mendukung berbagai program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan," ujarnya.

BACA JUGA:MPR Dorong RUU Obligasi Daerah Segera Disahkan untuk Perkuat Pembiayaan Pembangunan Daerah

BACA JUGA:Pemerintah Perkuat Perlindungan PMI Lewat Gerakan Nasional Migran Aman

Ulil menjelaskan, pelatihan pembuatan papan bunga akrilik dan hidroponik merupakan kegiatan yang positif dan produktif.

Pembuatan papan bunga akrilik dinilai memiliki peluang usaha kreatif bernilai ekonomis, sementara budidaya hidroponik menjadi inovasi pertanian modern yang dapat diterapkan meski dengan lahan terbatas.

"Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, dan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha mandiri yang berkelanjutan" jelasnya.

BACA JUGA:Surya Paloh Optimistis Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo Subianto soal KEM-PPKF 2027 di DPR RI

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan