Mengenal Malaria Knowlesi, Penyakit Zoonosis dari Monyet yang Perlu Diwaspadai

dr Inke Nadia Diniyanti Lubis, Anggota UKK IPT IDAI.-Foto: ANTARA-

KORANPALOS.COM - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengajak masyarakat mengenal Malaria Knowlesi agar dapat mewaspadai penyakit zoonosis (penyakit dari hewan menular ke manusia) itu sehingga dapat mengantisipasi penyebarannya pada anak mengingat kasusnya tengah naik di negara tetangga yaitu Malaysia.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik (IPT) IDAI dr Inke Nadia Diniyanti Lubis PGDipPID MKed(Ped) SpA Subsp IPT(K) PhD mengungkapkan alasan penyakit ini harus diwaspadai karena siklus hidup parasit Plasmodium knowlesi yang menjadi penyebab penyakit itu begitu cepat melakukan replikasi pada tubuh manusia yang terinfeksi.

"(Parasit) malaria dari monyet ini bisa menyebabkan gejala yang sangat besar karena terkait satu siklus hidupnya yang jauh lebih pendek. Jadi mereka itu sangat cepat bereplikasi di dalam tubuh manusia," kata Inke dalam diskusi daring.

BACA JUGA:Musim Pancaroba Picu Risiko Penyakit, Dokter Sarankan Konsumsi Nutrisi Seimbang

BACA JUGA:Gejala Atrial Fibrilasi Sering Tak Disadari, Bisa Picu Stroke dan Gagal Jantung

Parasit Plasmodium knowlesi diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat menjangkiti manusia setelah mewabah pada 2004 di Sarawak, Malaysia.

Lebih lanjut, parasit ini juga ditemukan di negara lainnya di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, hingga Filipina.

Penyakit ini umumnya ditemukan pada masyarakat yang tinggal serta berkegiatan di dekat hutan maupun perbatasan hutan karena penyakit ini asalnya dari parasit Plasmodium knowlesi yang awalnya menginfeksi monyet kemudian ditularkan melalui gigitan nyamuk Anophles dari kelompok leucosphyrus kepada manusia.

BACA JUGA:Atasi Varises dan Wasir dengan Daun Cakar Ayam

BACA JUGA:Atasi Rambut Rontok dengan Daun Lavender

Secara khusus ada dua jenis monyet yang dapat terinfeksi parasit ini yaitu monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan beruk (Macaca nemestrina).

Peningkatan kasus Malaria knowlesi menurut dokter Inke dalam satu kawasan biasanya berkaitan erat dengan perubahan fungsi lahan atau deforestasi.

Karena ketika hutan diubah menjadi perkebunan atau permukiman, habitat monyet dan nyamuk terganggu akhirnya potensi interaksi manusia dengan faktor penular menjadi lebih intens.

BACA JUGA:Vape Dinilai Sama Berbahaya dengan Rokok

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan