Pemuda Dituntut Kritis Hadapi Disrupsi AI

Dindikpora Kabupaten Rembang, Jawa Tengah meluncurkan portal Educare yang dilengkapi fitur pengaduan, yang dapat diakses melalui laman educare.rembangkab.go.id.-Foto: ANTARA-

KORANPALPOS.COM - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong generasi muda menguasai kemampuan berpikir kritis sebagai modal utama menghadapi disrupsi kecerdasan artifisial (AI) dan persaingan global.

Dalam kaitannya dengan perkembangan teknologi saat ini, Wamendiktisaintek menilai bahwa kapasitas untuk mengevaluasi, mengkritisi, dan mengambil keputusan adalah kemampuan eksklusif yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

"Yang membuat manusia tidak tergantikan bukan hanya kemampuan menggunakan AI, tetapi kemampuan untuk mengevaluasi apakah luaran AI itu benar, relevan, dan dapat digunakan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, manusia tidak akan pernah tergantikan oleh AI," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (04/05/2026).

BACA JUGA:CNG Alternatif LPG Demi Efisiensi

BACA JUGA:Rekrutmen Kopdes Merah Putih Hampir Tembus 1 Juta Pelamar, Status Manajer Setelah Kontrak 2 Tahun

Wamendiktisaintek menyoroti adanya 210 juta pengguna internet dan tingkat penetrasi mencapai 83 persen, sehingga Indonesia memiliki potensi besar untuk ikut menentukan arah pemanfaatan AI secara global melalui pendekatan human-in-the-loop.

Oleh karena itu, pengembangan talenta digital kini tidak boleh lagi hanya berfokus pada keterampilan teknis semata, melainkan harus dibekali dengan kemampuan berpikir mendalam yang dibentuk dari berbagai disiplin ilmu, termasuk filsafat dan ilmu sosial.

Stella meyakini fondasi berpikir analitis tersebut menjadi kunci penting bagi para pelajar tidak hanya dalam merespons teknologi, tetapi juga untuk memenangkan persaingan akademik di kancah internasional.

BACA JUGA:Kabar Gembira! 5 Bansos Resmi Dicairkan Mei 2026, Ini Rincian dan Besarannya

BACA JUGA:Satgas PHK Disiapkan Gantikan DKBN, Pemerintah Fokus Percepat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Pemerintah sendiri telah membuktikan bahwa penguatan kapasitas pendidikan secara tepat mampu mendongkrak daya saing global, salah satunya melalui program SMA Unggul Garuda yang berfokus pada transformasi sekolah, dengan peningkatan perolehan Letter of Acceptance (LoA) pelajar Indonesia di perguruan tinggi bergengsi luar negeri, dari 587 LoA pada tahun 2025 menjadi 1.567 LoA atau naik sebesar 167 persen.

Melihat potensi besar tersebut, Wamendiktisaintek mengajak para talenta muda untuk terus berani bersaing secara sehat demi kelancaran visi pembangunan bangsa.

"Kalianlah yang akan menjadi pemimpin bangsa ini. Bangsa kita hanya bisa maju jika kita semua mau berkompetisi dan berlomba-lomba untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri. Ini bukanlah sesuatu yang aneh," tutur Stella Christie.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan