Harga Plastik Melonjak, Pelaku UMKM Jamur Tiram Keluhkan Beban Produksi Naik Hingga 100 Persen

Kenaikan harga plastik berdampak pada pelaku UMKM salah satunya pembudi daya jamur tiram, karean biaya produksi jamur tiram ikut melonjak lebih dari 100 persen. -Foto : Dokumen Palpos-

LUBUKLINGGAU, KORANPALPOS.COM -  Kenaikan harga bahan baku plastik mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Salah satunya dialami oleh Septi, pembudidaya jamur tiram asal Kota Lubuklinggau yang kini harus menghadapi lonjakan biaya produksi yang signifikan.

Septi mengungkapkan, plastik merupakan komponen penting dalam proses pembibitan jamur tiram. Plastik digunakan sebagai pembungkus media tanam (baglog), yang menjadi tempat tumbuh jamur sebelum masa panen.

BACA JUGA:Latkatpuan: AKP Karim Tekankan Penguasaan 12 Gerakan Ini!

BACA JUGA:Pemkab Muara Enim Siapkan Pembangunan RPH-RB

“Untuk sekali pembibitan, biasanya saya hanya butuh modal sekitar Rp700 ribu untuk plastik. Tapi sekarang dengan jumlah yang sama, harganya naik jadi Rp1,5 juta,” ujarnya.

Kenaikan tersebut mencapai 100 persen lebih, sehingga sangat memberatkan pelaku usaha kecil yang bergantung pada kestabilan harga bahan baku.

Menurut Septi, lonjakan harga plastik ini secara langsung berdampak pada pendapatan. Pasalnya, biaya produksi meningkat tajam, sementara harga jual jamur tiram di pasaran tidak bisa serta-merta dinaikkan.

BACA JUGA:DPRD Dorong Pemkab Tingkatkan Keamanan Lewat Pemasangan CCTV

BACA JUGA:‎Penyelundupan Pupuk Subsidi 10 Ton Asal OKU Timur ke Bangka, Dinas Pertanian Dukung Polisi Usut Tuntas ‎

“Kalau harga jual dinaikkan, pembeli bisa berkurang. Apalagi kondisi ekonomi sekarang juga lagi sulit,” jelasnya.

Situasi ini membuat margin keuntungan semakin menipis, bahkan berpotensi merugikan jika tidak segera diantisipasi. Di sisi lain, kebutuhan produksi tetap harus berjalan agar usaha tidak berhenti.

Septi berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan baku, khususnya plastik, agar pelaku UMKM tetap bisa bertahan.

BACA JUGA:DPRD OKU Sahkan Prolegda 2026, Fokus Tata Ruang hingga Pesantren

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan