Sekda Sumsel Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi dan Kesiapan Idul Fitri 2026
Sekda Edward Candra mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual. foto: humas pemprov sumsel--
KORANPALPOS.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Dr. Drs. H. Edward Candra mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 serta Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah yang diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengikuti rakornas tersebut secara virtual dari Command Center Pemprov Sumsel, Senin (9/3/2026) pagi.
Dalam rakornas tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia M. Tito Karnavian membahas berbagai langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah daerah, di antaranya terkait pertumbuhan ekonomi, realisasi belanja daerah, serta langkah antisipasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
BACA JUGA:Alumni Gontor Dirikan Puluhan Lembaga Pendidikan
BACA JUGA:Sekda Sumsel Ajak Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Idul Fitri
Dalam arahannya, Mendagri mengingatkan pemerintah daerah agar mewaspadai perkembangan inflasi yang saat ini perlu diantisipasi secara serius. Berdasarkan data yang disampaikan, inflasi nasional telah berada di atas 4 persen, sementara target inflasi nasional berada pada kisaran 2,5 persen ± 1,5 persen.
Ia menjelaskan, jika pada Desember inflasi berada di atas 3 persen dan pada Januari mencapai 4,7 persen, kondisi tersebut menunjukkan inflasi telah melampaui target yang telah ditetapkan.
“Secara teori kondisi ini dinilai masih relatif ringan, namun dampaknya cukup besar, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada kelompok desil 1 hingga 4,” jelasnya.
Adapun komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar saat ini antara lain perawatan pribadi serta emas perhiasan. Sementara itu, inflasi tertinggi tercatat terjadi di Aceh yang dipengaruhi oleh faktor distribusi dan dampak bencana.
Dalam rakornas tersebut juga dipaparkan data realisasi belanja daerah oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Daerah per 6 Maret 2026 yang telah mencapai 11,68 persen. Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, meskipun secara nominal angkanya masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Permintaan Daging Sapi di Sumsel Naik 5 Persen Selama Ramadhan 2026
BACA JUGA:KAI Divre III Palembang Beri Diskon Tiket Mudik 30 Persen
Selain itu disampaikan pula bahwa semakin tinggi pendapatan suatu daerah, maka semakin baik pula kinerja fiskalnya.