Ramadan Jadi Momentum Menggapai Ketenangan Batin
Ilustrasi menggapai ketenangan batin di bulan ramadan-Foto: ANTARA-
KORANPALPOS.COM - Kita bisa dengan mudah menasehatkan ketenangan batin kepada orang lain, tetapi kita sendiri kadang sulit mengamalkannya.
Kesulitan tidak terletak pada bagaimana memahami hakekat ketenangan itu tetapi bagaimana bersahabat dengan kenyataan apapun yang dialami setiap hari.
Ketengan batin lebih merupakan akibat daripada sebuah proses. Sebagian orang mengemukakan bahwa ketenteraman batin merupakan anugrah Tuhan. Karena itu kita perlu memahami kiat-kiat mempertahankannya.
Kondisi batin yang paling perlu diwaspadai ialah ketika kita sedang dalam keadaan normal, yaitu ketika semua kebutuhan tercukupi dan mungkin berlebihan.
BACA JUGA:Teladan Sahabat Nabi yang Jarang Diketahui Penuh Inspirasi
BACA JUGA:Puasa Ramadhan dan Rahasia Keseimbangan Metabolik Tubuh
Musibah, hajat, dosa besar, dan berbagai kesulitan dan kekecewaan hidup lainnya lebih sering mendorong seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT ketimbang kondisi batin yang sedang berkecukupan, baik dari segi kauantitatif maupun segi kualitatif.
Memang tingkat kebutuhan hidup setiap orang berbeda-beda. Islam pun memperkenalkan beberapa tingkatan kebutuhan.
1. Kebutuhan dharury, yakni kebutuhan pokok atau basic needs seperti kebutuhan akan makan, minum, dan berhubungan suami-isteri.
2. Kebutuhan hajjiyat, yakni kebutuhan yang penting tetapi belum menjadi kebutuhan pokok, seperti kebutuhan akan sebuah tempat tinggal, kedaraan, dan alat komunikasi.
BACA JUGA:Kisah Qais bin Shirmah dan Turunnya QS Al-Baqarah 187 tentang Aturan Puasa Ramadan
BACA JUGA:Bijak Mengelola Keuangan di Bulan Ramadan, Wujud Nyata Pengendalian Diri
3. Kebutuhan tahsiniyyat, yakni kebutuhan yang bersifat pelengkap (luxury), seperti perabotan yang bermerek, aksessoris kendaraan, dan telepon genggam canggih.
Seseorang yang berada dalam tingkat kedua dan ketiga perlu berhati-hati karena perjalanan spiritual dalam kondisi seperti ini seringkali jalan di tempat. Bahkan berpeluang untuk diajak turun oleh berbagai daya tarik dan godaan dunia.