Dari Dapur Sumatera, Asam Kandis Hadirkan Sentuhan Asam yang Khas
Dari Dapur Sumatera, Asam Kandis Hadirkan Sentuhan Asam yang Khas-foto : tangkapan layar ig, makcikmanggis--
KESEHATAN, KORANPALPOS.COM - Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan rempah dan bumbu tradisional.
Salah satu bahan masakan yang memiliki cita rasa khas sekaligus nilai budaya tinggi adalah asam kandis.
Bumbu ini kerap digunakan dalam berbagai hidangan tradisional khususnya dari wilayah Sumatera.
Asam kandis berasal dari buah pohon Garcinia xanthochymus, tanaman tropis yang tumbuh subur di kawasan Asia Tenggara.
BACA JUGA:Dukung Sistem Imun dan Kesehatan Kulit dengan Biji Kluwih
BACA JUGA:Jaga Kesehatan, Mata, Otak dan Tulang dengan Daun Singkil
Buahnya berbentuk bulat dengan kulit tebal berwarna hijau kekuningan saat matang.
Untuk dijadikan bumbu, buah asam kandis biasanya dibelah dan dikeringkan hingga berubah warna menjadi cokelat kehitaman.
Di dunia kuliner, asam kandis dikenal memiliki rasa asam yang lembut dan tidak terlalu tajam.
Berbeda dengan asam jawa yang cenderung kuat dan pekat, asam kandis menghadirkan sensasi segar dengan aroma yang lebih ringan.
BACA JUGA:Cegah Kerusakan Kulit dengan Buah Nanas
BACA JUGA:Jaga Kesehatan Tulang dan Gigi dengan Genjer
Karena itulah, bumbu ini sering digunakan untuk memberikan keseimbangan rasa dalam masakan berkuah santan maupun berempah.
Di Sumatera Barat, asam kandis menjadi salah satu bahan penting dalam masakan khas Minangkabau seperti gulai ikan dan rendang tertentu.
Sementara di Sumatera Selatan dan Jambi, asam kandis sering dimanfaatkan dalam olahan pindang ikan untuk menciptakan rasa segar yang khas dan menggugah selera.
Selain memperkaya rasa masakan, asam kandis juga dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan.
BACA JUGA:Atasi Insomnia dan Rasa Nyeri dengan Daun Pandan
BACA JUGA: 10 Manfaat Biji Selasih untuk Kesehatan, Lengkap dengan Kandungan Gizi dan Cara Mengolahnya