Ragit Jalo : Sensasi Kudapan Tradisional Palembang yang Menyatu dalam Kenangan Rasa
Ragit Jalo : Sensasi Kudapan Tradisional Palembang yang Menyatu dalam Kenangan Rasa-foto : tangkapan layar ig, linda.wang85--
KULINER, KORANPALPOS.COM - Kota Palembang tak pernah kehabisan cerita soal kekayaan kulinernya.
Selain dikenal luas lewat pempek dan aneka olahan ikan, kota ini juga menyimpan beragam kudapan tradisional yang sarat makna budaya.
Salah satu yang mulai kembali dilirik pecinta kuliner adalah Ragit Jalo, camilan khas yang bukan hanya memanjakan lidah tetapi juga menghadirkan nostalgia mendalam bagi masyarakat setempat.
Ragit Jalo merupakan kue tradisional berbahan dasar tepung terigu, telur, santan dan sedikit garam.
BACA JUGA:Bubur Singkong Pandan Wangi: Lembut, Gurih dan Bikin Nagih
BACA JUGA:Udang Kentang Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Camilan Gurih yang Bikin Nagih
Adonan tersebut kemudian dimasak menggunakan cetakan khusus hingga membentuk jalinan tipis menyerupai jala atau renda.
Dari sinilah nama “jalo” berasal yang dalam bahasa setempat merujuk pada bentuknya yang mirip jaring atau jala ikan.
Proses pembuatan Ragit Jalo terbilang unik dan membutuhkan ketelatenan.
Adonan yang cair dituangkan ke dalam cetakan berlubang lalu digerakkan memutar di atas wajan panas hingga membentuk pola berlapis-lapis.
BACA JUGA:Bola-Bola Singkong Gurih, Inovasi Camilan Tradisional yang Bikin Nagih
BACA JUGA:Nikmati Sensasi Lezat Ikan Lele Bakar, Kuliner Favorit yang Menggugah Selera
Hasilnya adalah lembaran tipis yang renyah di bagian pinggir dan lembut di bagian tengah.
Tekstur inilah yang menjadi ciri khas Ragit Jalo dibandingkan kue tradisional lainnya.
Secara tradisional, Ragit Jalo disajikan bersama kuah manis berbahan dasar gula merah dan santan kental.
Perpaduan rasa gurih dari adonan dan manis legit dari kuah menciptakan harmoni rasa yang sederhana namun menggugah selera.
BACA JUGA:Resep Tumis Buncis Telur Orak-Arik, Menu Sehat dan Praktis untuk Keluarga