Pemprov Sumsel Perluas Operasi Pasar Murah Ramadan 2026 Tekan Inflasi
Edward Candra, Sekda Sumsel. foto: antara--
KORANPALPOS.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memperluas kegiatan operasi pasar murah yang dilaksanakan pada bulan puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 ini, untuk mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat dan menekan laju inflasi.
"Kegiatan operasi pasar yang selama ini digelar di Kota Palembang, diperluas ke sejumlah daerah Sumsel lainnya," kata Sekda Sumsel Edward Chandra, di Palembang.
Menurut dia, kegiatan operasi pasar murah perlu diperluas dengan menggandeng pemerintah kabupaten dan kota serta distributor kebutuhan pokok yang ada di wilayah provinsi ini.
Melalui perluasan kegiatan tersebut, diharapkan dapat menekan laju inflasi dan menjaga keterjangkauan harga pangan/kebutuhan pokok di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu, katanya.
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Sumsel Capai Rp866,09 Miliar, Tumbuh 10,7 Persen Awal 2026
BACA JUGA:Ratu Dewa Pimpin Pelepasan Jenazah Asisten I Setda Palembang Secara Kedinasan
Dia menjelaskan, pihaknya menjalankan operasi pasar atau Gerakan Pasar Murah (GPM) menjelang Ramadhan tahun ini, dengan tujuan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pangan yang biasanya setiap tahun terjadi pada momentum tersebut.
Pada momentum tertentu seperti bulan puasa Ramadhan sekarang ini dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga bahan pangan biasanya mengalami kenaikan.
Beberapa bahan pangan yang diwaspadai naik seperti cabai, daging, telur, bawang, ikan, beras, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.
BACA JUGA:Pemkot Palembang Siapkan 850 Personel dan Tujuh Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026
BACA JUGA:Herman Deru Tinjau Operasional PT TSM, Tegaskan Pelayanan Air Bersih Harus Jadi Prioritas Utama
“Oleh karena itu, sejak jauh hari harus diantisipasi dengan berbagai kegiatan yang dapat mengendalikan kenaikan harga pangan agar tetap terjangkau masyarakat," ujar Sekda Edward. (ant)