Program MBG Belum Sentuh Kecamatan Lengkiti

Pembangunan Gedung SPPG di wilayah Kecamatan Lengkiti yang masih Dalam On Progres-foto:dokumen palpos-

BATURAJA,KORANPALPOS.COM - Hingga saat ini, siswa sekolah di wilayah Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah.

Kendati program sudah berjalan sudah cukup lama yakni sejak pertengahan Januari 2025 lalu. Namun program ini sepertinya enggan menyentuh wilayah Lengkiti, benarkah ?

Koordinator Satuan Pelayanan  Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kabupaten OKU, Dirga Repindo mengatakan, saat ini pihaknya belum dapat mengakomodir kebutuhan siswa - siswa sekolah di wilayah ini karena belum tersedianya  dapur SPPG.

BACA JUGA:Brigjen TNI Khabib Mahfud Resmi Jabat Danrem 044/Gapo

BACA JUGA:Pimpin Rapim 2026, Pangdam II/Sriwijaya: Rakyat Adalah Jantung Pertahanan Negara

"Untuk Kecamatan Lengkiti hingga saat ini memang belum dilayani dari program MBG dikarenakan Dapur  SPPG di Kecamatan Lengkiti sedang dalam tahap Pembangunan pak," kata Dirga, Minggu (1/3).

Namun demikian, walau saat ini belum terlayani,  Dirga meyakinkan, ke depan di wilayah Kecamatan Lengkiti akan segera terlaksana dengan rencana 4 dapur SPPG.

"Insyaa Allah berdasarkan update kami dari BGN Pusat, di  Lengkiti akan ada rencana 4 Dapur SPPG dengan rincian 1 Dapur SPPG Khusus di Lahan Pemda dan 3 Dapur SPPG Mitra Yayasan mandiri.  Untuk pembangunannya sedang progres, semoga dalam waktu dekat sudah selesai dan akan segera melayani di Kecamatan Lengkiti," ungkap Dirga.

BACA JUGA:Kapolda dan Gubernur Kunjungi Ogan Ilir, Tambal Jalinsum dan Gaungkan Program BELIDA

BACA JUGA:BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumsel Sabtu 28 Februari 2026, Palembang dan OKI Berpotensi Hujan Sedang

Program pusat ini seakan - akan memiliki kendala tersendiri di wilayah Kecamatan Lengkiti, sebab sampai Februari ini belum juga nampak realisasi sehingga sedikit banyak menimbulkan kecemburuan bagi siswa - siswa sekolah di wilayah ini, terkait hal ini Dirga menjelaskan pada dasarnya Program MBG ini memiliki skema kerjasama kemitraan mandiri ataupun kemitraan dengan yayasan.

Sebagian besar mitra - mitra tersebut lebih menyukai ke wilayah - wilayah yang padat penduduk  yang memiliki akses mudah dalam pendistribusian bahan baku.

"Dan memang Mitra atau yayasan tadi lebih banyak terfokus ke daerah - daerah aglomerasi yang padat penduduk karena Mitra  atau Yayasan mandiri lebih minat membangun di daerah perkotaan yang akses distribusi Bahan Baku  dan Penerima manfaatnya lancar. Namun per Agustus 2025 lalu pemerintah mulai kerjasama dengan BGN untuk membangun SPPG Dapur Khusus di daerah - daerah  yang belum tersentuh MBG yakni di wilayah Kecamatan Lengkiti dan Kecamatan KPR," terang Dirga.

BACA JUGA:PUPR OKI Turunkan Alat Berat, Bersihkan Gulma di Jembatan Belanti

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan