Prabowo Buka Jalan Pertukaran UEA
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyalami diaspora dan mahasiswa Indonesia, termasuk para kadet Universitas Pertahanan, yang menyambut kedatangan Presiden RI di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu (25/2/2026).-Foto: Antara-
BACA JUGA:Anggota DPR Nilai Pengiriman TNI ke Gaza Tingkatkan Kapasitas dan Peran Perdamaian Indonesia
Alif berkomitmen membawa pulang ilmu tersebut untuk memperkuat sistem pertahanan nasional.
Hal senada disampaikan Sersan Mayor Dua Kadet Teknik Mesin Karina Alexandria Silaban.
Ia menilai program pertukaran pelajar ini bukan sekadar pengalaman akademik, melainkan juga sarana memperluas jejaring internasional di bidang pertahanan dan keamanan.
BACA JUGA:MBG Perkuat UMKM dan Peternak Lokal
BACA JUGA:Ukraina Apresiasi Sikap Indonesia
Karina menyoroti pentingnya penguasaan isu keamanan perbatasan sebagai bagian dari kedaulatan negara.
Selama menjalani studi di UEA, ia banyak berdiskusi mengenai praktik pengamanan wilayah dan strategi pengawasan modern yang diterapkan di berbagai negara.
“Pertukaran gagasan dengan dosen dan mahasiswa internasional memberi saya sudut pandang baru, terutama terkait sistem keamanan perbatasan. Ilmu ini sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia,” ungkapnya.
BACA JUGA:RI Gabung BoP untuk Palestina
BACA JUGA:Produk AS Tetap Wajib Bersertifikat Halal
Program pertukaran ini dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai pilar utama penguatan pertahanan.
Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) memang penting, namun peningkatan kualitas SDM dinilai sebagai investasi strategis jangka panjang.
Melalui diplomasi pendidikan, Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan bilateral dengan UEA, tetapi juga membangun generasi perwira masa depan yang adaptif, profesional, dan berwawasan global.
BACA JUGA:Bakom RI Ajak Masyarakat Aktif Awasi dan Laporkan Penyimpangan MBG