Sebelum Jadi SUV Sultan: W460/W461, G-Class Diesel Mekanikal yang Nyaris Tak Bisa Dihancurkan

Sebelum Jadi SUV Sultan: W460/W461, G-Class Diesel Mekanikal yang Nyaris Tak Bisa Dihancurkan-foto: @ facebook_Broverland-

KORANPALPOS.COM - Di tengah menjamurnya SUV modern berteknologi canggih, nama G-Class sering kali identik dengan kemewahan dan gaya hidup urban.

Namun jauh sebelum menjadi ikon selebritis dan kendaraan prestise di kawasan elit, lahirlah generasi paling murni dari keluarga Geländewagen: Mercedes-Benz G-Class W460 dan Mercedes-Benz G-Class W461.

Inilah “Tank Jerman” sesungguhnya. Dirancang sejak akhir 1970-an sebagai kendaraan militer dan utilitas berat, G-Class generasi awal dibangun dengan filosofi over-engineered—dibuat kelewat kuat untuk memastikan daya tahan ekstrem di segala medan.

BACA JUGA:Sub-Brand Baru Chery Hadir! Lepas L4 Tawarkan SUV Kompak Stylish dengan Teknologi Elektrifikasi

BACA JUGA:Harley-Davidson Liberty Edition 2026: Motor Kolektor dengan Mesin Milwaukee-Eight 117

Artikel ini akan membedah secara lengkap kenapa W460/W461 dianggap sebagai end game kendaraan overland sejati.

Dari Proyek Militer ke Legenda Global

Konsep awal Geländewagen lahir dari kebutuhan kendaraan militer yang tangguh dan sederhana secara mekanikal.

BACA JUGA:Motor Sport 4 Silinder Ramah Kantong? Voge RR500S Jadi Pilihan Menarik

BACA JUGA:KP31 Concept, Masa Depan Pick-Up? Diesel Hybrid dengan Dimensi Raksasa 5,6 Meter

Permintaan awal datang dari kebutuhan militer Timur Tengah pada akhir 1970-an, yang kemudian melahirkan platform G-Class pertama.

Berbeda dengan generasi modern Mercedes-Benz G-Class W463 yang sarat fitur elektronik dan kemewahan, W460 dan W461 tetap mempertahankan DNA utilitarian.

Bahkan W461 hingga kini masih diproduksi untuk kebutuhan militer dan sektor pemerintahan di berbagai negara.

BACA JUGA:Duel Badak vs Baja Racer: Pilih Diesel Tangguh atau V6 Brutal untuk Ekspedisi?

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan