Jambore Cabang V Banyuasin 2026 Jadi Instrumen Pendidikan Karakter

Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim membuka Jambore Cabang (Jamcab) V Banyuasin 2026-Foto : ANTARA-

KORANPALPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, menjadikan jambore sebagai instrumen pendidikan nonformal, yang dirancang untuk membentuk karakter, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan jiwa kemandirian bagi pelajar.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim ketika membuka Jambore Cabang (Jamcab) V Banyuasin 2026, di halaman Kantor Bupati, Pangkalan Balai.

Dia menjelaskan, jambore bukan sekadar perkemahan besar atau ajang rekreasi semata, melainkan juga sebagai instrumen pendidikan nonformal.

"Melalui jambore, pelajar yang mengikuti Jamcab V diajarkan untuk berinteraksi dengan alam, berkolaborasi dalam keberagaman, serta mengasah keterampilan hidup yang tidak didapat sepenuhnya di bangku sekolah," ujarnya.

BACA JUGA:MTQ XXXI Kabupaten Ogan Ilir Resmi Dibuka, Wabub Ardani: Ajang Syiar Islam dan Pembinaan Generasi Qurani

BACA JUGA:Panca Qori Legend Meriahkan Pembukaan MTQ XXXI Kabupaten Ogan Ilir 2026

Menurut dia, kegiatan Jamcab V tahun ini mengusung tema “Ceria, Tangguh, dan Rajin”.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berkomitmen untuk melahirkan generasi muda Banyuasin yang memiliki ketahanan mental, kecerdasan emosional, dan etos kerja yang tinggi.

Untuk melaksanakan kegiatan jambore, Kwartir Cabang Banyuasin telah menyusun kurikulum kegiatan komprehensif yang terbagi dalam tujuh zona aktivitas, yakni zona integritas sebagai upaya penanaman nilai kejujuran dan etika kepemimpinan.

Kemudian zona Gen Z adakah adaptasi teknologi dan pemanfaatan media digital secara positif, zona adventure adalah tantangan fisik untuk membentuk ketangguhan mental, zona Pramuka peduli yakni manifestasi nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

BACA JUGA:Optimalisasi Pajak Alat Berat, UPTB Samsat Prabumulih Intensif Lakukan Penyisiran ke Perusahaan

BACA JUGA:Kejari OKI Menuju WBBM 2026, Canangkan Zona Integritas!

Selanjutnya zona budaya adalah pelestarian kearifan lokal Banyuasin di tengah arus modernisasi, zona pengetahuan, wawasan, dan keterampilan, serta z​ona Pramuka dewasa yakni wadah peningkatan kapasitas bagi para pembina dan pelatih.

Melalui upaya tersebut diharapkan para siswa yang mengikuti Jamcab dapat mempersiapkan diri menuju Jambore Daerah (Jamda) dan Jambore Nasional (Jamnas).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan