SPPG Langgar SOP Terancam Kartu Kuning

Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). -Foto : ANTARA-

BACA JUGA:Penegakan Hukum Lingkungan Diperkuat sebagai Upaya Cegah Bencana Hidrometeorologi

Ia juga mengemukakan, saat ini Program MBG telah membentuk 22.275 SPPG yang melayani 60,7 juta penerima manfaat.

BGN menargetkan di tahun 2026 pihaknya segera membentuk tim akreditasi sertifikasi agar seluruh SPPG memiliki kualifikasi yang baik.

"Kita nanti akan gradasi dan menetapkan mana SPPG yang unggul atau nilai A, kemudian SPPG yang sangat baik atau nilai B, dan SPPG yang nilai baik atau C, lalu mungkin ada SPPG yang harus berjuang untuk bisa terus melanjutkan kegiatannya," katanya.

BACA JUGA:Kapolri Mutasi 85 Pati dan Pamen: Irjen. Pol. Sandi Nugroho Jabat Kapolda Sumsel

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Tinjau SPPBE Ogan Ilir, Pastikan Elpiji Aman dan Tepat Sasaran

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pak Presiden menyampaikan bahwa BGN harus tetap bekerja dengan cermat. Target tetap dikejar, tetapi kualitas dan keamanan harus ditingkatkan, itu arahan Pak Presiden," ujar Dadan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (02/02/2026).

Ia juga mengemukakan, saat ini Program MBG telah membentuk 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 60,7 juta penerima manfaat. BGN menargetkan pada tahun 2026 pihaknya segera membentuk tim akreditasi sertifikasi agar seluruh SPPG memiliki kualifikasi yang baik.

"Kita nanti akan gradasi dan menetapkan mana SPPG yang unggul atau nilai A, kemudian SPPG yang sangat baik atau nilai B, dan SPPG yang nilai baik atau C, lalu mungkin ada SPPG yang harus berjuang untuk bisa terus melanjutkan kegiatannya," kata dia.

Dadan menjelaskan, pada tahun 2026, BGN akan menekankan pada peningkatan kualitas MBG dan melakukan tambahan edukasi di mana penerima manfaat tidak hanya mendapatkan intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga mendapatkan edukasi terkait dengan pemilihan makanan yang sehat.

Adapun Presiden Prabowo Subianto mengatakan program prioritas pemerintah, mulai dari MBG, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemerataan pendidikan telah menunjukkan capaian nyata sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Prabowo mengatakan seluruh kebijakan tersebut dijalankan secara terintegrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, hingga 2026 Program MBG telah berkembang pesat dan menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Presiden juga menjelaskan pelaksanaan Program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Program tersebut menciptakan ekosistem usaha dan lapangan kerja di berbagai daerah. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan