7 Kesalahan Fatal Pemula dalam Usaha Ternak Lele yang Sering Berujung Rugi

Pembudidaya Saat Memberikan Pakan Ikan Lele-Foto: Ist-

BACA JUGA:Jokowi Siap Turun Gunung Besarkan PSI

Biasanya pakan hanya disiapkan untuk fase awal. Ketika lele mulai besar dan kebutuhan pakan meningkat, modal justru sudah habis. 

Akibatnya, peternak menjadi kebingungan dan terpaksa mengambil dua pilihan sulit, yakni menjual lele sebelum waktunya dengan harga murah atau memberikan pakan alternatif yang belum tentu sesuai.

Masalah semakin besar jika pakan alternatif diberikan tanpa mengetahui kandungan protein serta dampaknya terhadap kualitas air kolam. 

BACA JUGA:Lebih Untung Ternak Ayam Petelur dari DOC atau Pullet? Simak Perbandingan Lengkap Sebelum Mulai Usaha

BACA JUGA:Kesalahan Fatal Peternak Ayam Petelur Sering Diabaikan: Manajemen Pasca Panen Telur Jadi Penentu Untung Rugi

Pada kolam tanah, risiko ini masih bisa ditoleransi, namun pada kolam terpal atau kolam beton, kondisi air sepenuhnya ditentukan oleh pengelola. 

Oleh karena itu, modal budidaya harus disiapkan sejak awal hingga panen agar usaha berjalan lancar.

2. Persiapan Kolam yang Kurang Maksimal

BACA JUGA:Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale 2026 Hadirkan Diskon Fantastis, Serba Rp10 Ribu hingga Voucher Rp1 Juta

BACA JUGA:Hal yang Wajib Dipahami Sebelum Ternak Ayam Petelur, Pemilihan Bibit Jadi Kunci Utama

Banyak pemula yang terburu-buru menebar benih lele tanpa melakukan persiapan kolam dengan benar. 

Air kolam yang baru diisi langsung digunakan, padahal kondisi tersebut belum stabil dan bisa menyebabkan benih stres hingga mati.

Idealnya, air kolam perlu diendapkan dan difermentasi terlebih dahulu menggunakan campuran probiotik seperti EM4 dan molase selama minimal tiga hari. 

BACA JUGA:Ide Bisnis Beternak 100 Ekor Ayam Petelur, Simak Modal Awal dan Keuntungannya!

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan