7 Kesalahan Fatal Pemula dalam Usaha Ternak Lele yang Sering Berujung Rugi
Pembudidaya Saat Memberikan Pakan Ikan Lele-Foto: Ist-
BACA JUGA:Jokowi Siap Turun Gunung Besarkan PSI
Biasanya pakan hanya disiapkan untuk fase awal. Ketika lele mulai besar dan kebutuhan pakan meningkat, modal justru sudah habis.
Akibatnya, peternak menjadi kebingungan dan terpaksa mengambil dua pilihan sulit, yakni menjual lele sebelum waktunya dengan harga murah atau memberikan pakan alternatif yang belum tentu sesuai.
Masalah semakin besar jika pakan alternatif diberikan tanpa mengetahui kandungan protein serta dampaknya terhadap kualitas air kolam.
Pada kolam tanah, risiko ini masih bisa ditoleransi, namun pada kolam terpal atau kolam beton, kondisi air sepenuhnya ditentukan oleh pengelola.
Oleh karena itu, modal budidaya harus disiapkan sejak awal hingga panen agar usaha berjalan lancar.
2. Persiapan Kolam yang Kurang Maksimal
BACA JUGA:Hal yang Wajib Dipahami Sebelum Ternak Ayam Petelur, Pemilihan Bibit Jadi Kunci Utama
Banyak pemula yang terburu-buru menebar benih lele tanpa melakukan persiapan kolam dengan benar.
Air kolam yang baru diisi langsung digunakan, padahal kondisi tersebut belum stabil dan bisa menyebabkan benih stres hingga mati.
Idealnya, air kolam perlu diendapkan dan difermentasi terlebih dahulu menggunakan campuran probiotik seperti EM4 dan molase selama minimal tiga hari.
BACA JUGA:Ide Bisnis Beternak 100 Ekor Ayam Petelur, Simak Modal Awal dan Keuntungannya!