Hujan Deras Picu Banjir di Prabumulih, Ratusan Rumah di Enam Kelurahan dan Desa Terendam
Salah satu sekolah di Kelurahan Payuputat dikepung banjir. -Foto : Prabu Agustian-
BACA JUGA:Pengelolaan Pasar Pagi Eks Polsek Disorot, Komisi II Tekankan Legalitas dan Perizinan
Tak hanya merendam rumah, banjir juga menggenangi kebun karet milik warga yang menjadi sumber utama penghasilan masyarakat setempat.
Akibatnya, warga terpaksa menghentikan sementara aktivitas menyadap karet karena area perkebunan tidak dapat diakses.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih, Sriyono SH, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah tersebut.
BACA JUGA:Amanda Manopo Rela Naik Berat Badan 14 Kilogram Demi Peran Tina di Film CAPER
BACA JUGA:Dekranasda Prabumulih Gelar Pelatihan Batik Cap Motif Nanas, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif
Ia menjelaskan bahwa banjir murni disebabkan oleh meluapnya air sungai akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Benar, ada beberapa sungai yang meluap, yakni Sungai Senuling dan Sungai Rambang di wilayah Kecamatan Rambang Kapak Tengah, serta Sungai Lematang di wilayah Kecamatan Prabumulih Barat,” ungkap Sriyono.
Sriyono menambahkan, berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat ratusan rumah warga di enam kelurahan dan desa yang terdampak banjir. BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada wilayah lain yang ikut terdampak apabila curah hujan kembali meningkat.
Terkait penanganan banjir, Sriyono mengatakan bahwa dirinya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih, H Elman, langsung turun ke lapangan untuk melakukan monitoring ke lokasi-lokasi terdampak. Selain meninjau kondisi banjir, pemerintah juga menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.
“Kami bersama Pak Sekda langsung melakukan monitoring ke wilayah yang terdampak banjir sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat yang rumahnya terendam,” jelasnya.
Ia menyebutkan, bantuan telah disalurkan kepada sebagian besar warga terdampak. Namun untuk wilayah Kelurahan Payuputat, proses pendataan masih terus dilakukan guna memastikan jumlah penerima bantuan dan jenis bantuan yang akan disalurkan.
“Untuk warga yang terdampak sebagian sudah kita berikan bantuan. Sementara untuk Kelurahan Payuputat masih dilakukan pendataan agar bantuan bisa tepat sasaran,” imbuh Sriyono.
Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Kapusdalops PB) BPBD Kota Prabumulih, Huswandi. Menurut Huswandi, setelah menerima laporan terjadinya banjir, tim BPBD langsung bergerak cepat turun ke lapangan.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi banjir, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada apabila air kembali naik,” ujar Huswandi.