Opor Ayam, Kuliner Tradisional Nusantara yang Tetap Eksis dan Digemari Sepanjang Masa

Opor ayam, kuliner tradisional Nusantara yang tak lekang oleh waktu.-foto:Istimewa-

BACA JUGA:Nasi Tempong Banyuwangi, Sensasi Pedas Autentik yang Menampar Lidah

Hidangan ini biasanya disajikan bersama ketupat, lontong, sambal goreng ati, serta taburan bawang goreng yang menambah kelezatan.

Menurut sejumlah pengamat kuliner, kehadiran opor ayam dalam tradisi Lebaran bukan sekadar soal rasa, tetapi juga simbol kebersamaan.

Proses memasaknya yang sering dilakukan bersama anggota keluarga menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang mempererat hubungan kekeluargaan.

“Setiap Lebaran, opor ayam selalu menjadi menu utama di rumah. Rasanya belum lengkap jika belum menyantap opor bersama keluarga,” ujar Siti Aminah, warga Palembang.

Selain lezat, opor ayam juga memiliki kandungan gizi yang cukup baik.

Daging ayam merupakan sumber protein hewani yang penting untuk tubuh, sementara santan mengandung lemak yang dapat menjadi sumber energi.

Namun demikian, ahli gizi menyarankan agar konsumsi opor ayam tetap dibatasi, terutama bagi penderita kolesterol tinggi.

Penggunaan santan kental sebaiknya diimbangi dengan porsi sayur dan aktivitas fisik yang cukup agar tetap sehat.

Di tengah maraknya kuliner modern dan makanan cepat saji, opor ayam tetap mampu mempertahankan eksistensinya.

Banyak pelaku usaha kuliner yang mengemas opor ayam dengan konsep kekinian, mulai dari kemasan praktis hingga varian rasa yang lebih ringan.

Beberapa restoran bahkan menghadirkan opor ayam sebagai menu andalan sepanjang tahun, tidak hanya saat momen Lebaran. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Bagi sebagian keluarga, resep opor ayam merupakan warisan berharga yang dijaga secara turun-temurun.

Tak jarang, setiap keluarga memiliki racikan bumbu khas yang menjadi pembeda dengan opor ayam lainnya.

“Resep opor ayam dari orang tua tidak pernah berubah. Itu yang membuat rasanya selalu dirindukan,” kata Rudi Hartono, pelaku UMKM kuliner di Sumatera Selatan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan