Kesepakatan Tarif RI-AS Tunggu Prabowo-Trump

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai Rapat Koordinasi, Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis (29/1/2026).-Foto: Antara-

KORANPALPOS.COM - Proses perundingan kebijakan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah memasuki fase akhir.

Pemerintah memastikan tidak ada hambatan berarti dalam pembahasan substansi, dan saat ini kesepakatan hanya tinggal menunggu momentum pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa seluruh tahapan teknis dalam kesepakatan tarif telah disiapkan.

BACA JUGA:Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Hanya Wamenkeu Thomas Djiwandono Pindah Tugas ke BI

BACA JUGA:Sikap Polri Sejalan dengan Prabowo

Namun, finalisasi perjanjian tersebut membutuhkan pertemuan langsung di tingkat kepala negara sebagai bentuk pengesahan politik tertinggi.

“Secara prinsip, pembahasannya sudah selesai. Tinggal menyesuaikan jadwal pertemuan kedua presiden,” ujar Airlangga usai menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis.

Airlangga menjelaskan bahwa jadwal penandatanganan yang semula diproyeksikan rampung pada Januari 2026 mengalami penyesuaian dan diperkirakan mundur ke Februari 2026.

BACA JUGA:Prabowo Perintahkan DEN Energi Tekan Impor BBM

BACA JUGA:DPR Dorong Pendidikan Vokasi Industri Siapkan SDM Unggul

Penyesuaian ini murni disebabkan oleh faktor waktu dan agenda kedua pemimpin negara, bukan karena perbedaan pandangan dalam materi kesepakatan.

“Kedua pemimpin kan juga baru saja bertemu di Davos. Jadi kita menyesuaikan agenda yang paling memungkinkan,” katanya.

Ia memastikan proses negosiasi antara Indonesia dan AS berjalan kondusif sejak awal. Seluruh isu strategis terkait tarif perdagangan telah dibahas secara komprehensif dan disepakati oleh tim teknis dari kedua negara.

BACA JUGA:BI Optimistis Ekonomi Indonesia 2026 Menguat

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan