Di Balik Lapisannya, Lapis Mandarin Menyimpan Rasa dan Nilai Tradisi
Di Balik Lapisannya, Lapis Mandarin Menyimpan Rasa dan Nilai Tradisi-foto : tangkapan layar ig, ninaberthac--
KULINER, KORANPALPOS.COM - Lapis mandarin merupakan salah satu kue klasik yang telah lama dikenal dan digemari masyarakat Indonesia.
Kue ini identik dengan tampilan berlapis-lapis, tekstur lembut serta rasa manis yang pas di lidah.
Meski terkesan sederhana, lapis mandarin memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya tetap eksis di tengah maraknya tren kue modern.
Secara umum, lapis mandarin adalah kue bolu yang terdiri dari beberapa lapisan tipis dengan warna yang berbeda biasanya kombinasi kuning, cokelat dan putih.
BACA JUGA:Pizza Enak Tak Harus Mahal, Ini Cara Bikin Sendiri di Rumah: Ekonomis, Higienis dan Halal
BACA JUGA:Begini Cara Buat Kroket Kentang Daging Gurih dan Lembut
Lapisan-lapisan tersebut disusun rapi sehingga menghasilkan tampilan cantik ketika dipotong.
Ciri khas lain dari lapis mandarin adalah aroma wangi telur dan mentega yang cukup kuat menandakan penggunaan bahan-bahan berkualitas dalam proses pembuatannya.
Nama “mandarin” pada kue ini sering dikaitkan dengan pengaruh budaya Tionghoa yang cukup kuat dalam sejarah kuliner Indonesia.
Lapis mandarin kerap dihadirkan saat perayaan Imlek, acara keluarga hingga momen spesial seperti ulang tahun dan hari raya.
BACA JUGA:Nastar Lembut Anti Retak, Begini Cara Buatnya!
BACA JUGA:Begini Cara Buat Pie Susu Renyah di Luar Lembut di Dalam
Dalam budaya tertentu, kue berlapis melambangkan keberuntungan, rezeki yang berlapis-lapis serta harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Dari segi bahan, lapis mandarin umumnya dibuat dari telur, gula, tepung terigu, mentega dan susu.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan karena setiap lapisan harus dipanggang atau dikukus secara bergantian agar hasilnya rapi dan matang sempurna.
Inilah yang membuat lapis mandarin sering dianggap sebagai kue yang “tidak sederhana” meski bahan-bahannya relatif mudah ditemukan.
BACA JUGA:Ragam Jenis Teh di Indonesia, dari Tradisional hingga Modern