Dinkes OKU Tangani 14 Kasus DBD
Petugas Dinas Kesehatan OKU melakukan pengasapan nyamuk untuk mencegah penyebaran DBD.-foto:Eko Palpos-
KORANPALPOS.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) selama dua bulan terakhir menangani sebanyak 14 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dialami masyarakat di daerah itu.
"Selama periode Desember 2025 hingga hari ini tercatat sebanyak 14 kasus DBD yang kami tangani," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto, Kamis (21/1).
Dia mengatakan, kemunculan kasus DBD ini disebabkan karena musim hujan sehingga banyak genangan air tempat nyamuk aedes aegypti berkembang biak dan menyebarkan penyakit pada manusia.
BACA JUGA:Bupati Ogan Ilir Hadiri Welcome Dinner dan Pembukaan Rakernas XVII APKASI 2026 di Batam
BACA JUGA:Herman Deru: Kekompakan Jadi Kunci Majunya OKU Timur di Usia ke-22
"Penderita DBD menyerang semua kalangan mulai dari pasien anak-anak hingga dewasa," katanya.
Meskipun tidak korban jiwa, namun pasien terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat akibat penyakit demam berdarah.
Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan DBD, saat ini pihaknya menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya menerapkan pola 3M yaitu mengubur, menutup dan menguras bak penampungan air agar terhindar dari penyakit DBD.
BACA JUGA:5 Kades di OKU Selatan Positif Narkoba, BNN Arahkan Rehabilitasi
BACA JUGA:Peringati HUT ke-80 Persit, Kodim 0402/OKI-OI Gelar Donor Darah
"Pola 3M ini masih menjadi cara yang sangat efektif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari DBD," ujarnya.
Masyarakat juga disarankan untuk memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah.
Sementara, berdasarkan data selama periode Januari-November 2025 pihaknya mencatat angka penyebaran DBD di Kabupaten OKU mencapai 161 kasus.
Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2024 yaitu menembus angka sebanyak 412 kasus, namun tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat DBD.