MPR dan PWI Bahas Peran Pers
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani (kiri) dan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir (kanan).-Foto: Antara-
JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menegaskan kembali posisi strategis pers sebagai pilar penting dalam kehidupan kebangsaan.
Penegasan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan jajaran Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang berlangsung di Kompleks MPR RI/DPR RI, Jakarta, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani berbagi pengalaman pribadinya saat masih aktif sebagai wartawan.
BACA JUGA:RI Komitmen Tangani Undocumented
BACA JUGA:Gibran Tunda Kunjungan Yahukimo Demi Keamanan
Ia mengenang proses awal dirinya menapaki dunia jurnalistik, termasuk momen ketika mengikuti ujian wartawan muda PWI DKI Jakarta pada 1991.
Salah satu pertanyaan dalam ujian itu, menurut Muzani, sangat membekas hingga kini karena menyentuh aspek moral profesi wartawan.
Pertanyaan tersebut berkaitan dengan pilihan yang harus diambil wartawan ketika menemukan kecelakaan di tengah tugas peliputan: menolong korban atau segera menulis berita.
BACA JUGA:Swasembada Beras Bukti Janji Prabowo
BACA JUGA:DPR Dukung Presiden Prabowo Evaluasi Kinerja BUMN dan Tantiem Direksi yang Merugi
Muzani mengungkapkan bahwa dirinya memilih membantu korban terlebih dahulu sebelum melaporkan peristiwa tersebut.
Sikap itu, menurutnya, mencerminkan prinsip utama jurnalisme yang menempatkan nilai kemanusiaan di atas kepentingan apa pun.
Ia menegaskan bahwa profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian dan panggilan nurani.