Tren Gaya Hidup 2026, Fokus pada Keseimbangan Digital dan Kelestarian Lingkungan

Tren Gaya Hidup 2026, Fokus pada Keseimbangan Digital dan Kelestarian Lingkungan-Ilustrasi-

KORANPALPOS.COM - Perubahan pola perilaku masyarakat global pada awal tahun 2026 menunjukkan pergeseran signifikan menuju gaya hidup yang lebih sadar lingkungan dan kesehatan mental.

Data pasar terbaru menunjukkan bahwa masyarakat kini mulai meninggalkan pola konsumsi berlebihan dan beralih ke aktivitas yang lebih berkelanjutan.

​Pakar gaya hidup dari Lifestyle Institute, Dr. Aris Subagja, menyebutkan bahwa ada tiga pilar utama yang menjadi motor penggerak perubahan di tahun 2026 ini.

BACA JUGA:The Moby Park Wonosobo, Sensasi Glamping Nyaman dengan Panorama Tiga Gunung

BACA JUGA:Navara City Park: Wisata Baru di Bandar Lampung dengan 30 Wahana Cukup Rp50 Ribu

​"Masyarakat tahun 2026 sudah mencapai titik jenuh digital. Sekarang, status sosial bukan lagi ditentukan oleh seberapa canggih gadget Anda, melainkan seberapa berkualitas waktu istirahat dan ketenangan pikiran Anda," ujar Dr. Aris khusus Pada Palembang Pos, Senin (5/1).

​Pertama, penggunaan teknologi kini lebih terukur melalui tren Digital Mindfulness.

Masyarakat mulai membatasi durasi penggunaan media sosial dan beralih ke hobi fisik seperti berkebun dilahan sempit atau olahraga luar ruang.

BACA JUGA:Palembang Bird Park, Destinasi Wisata Edukatif dan Seru di Tengah Kota

BACA JUGA:Libur Nataru 2025–2026, Pesona Grand Elty Krakatoa di Kaki Rajabasa Memikat Pelancong Palembang

Hal ini dilakukan untuk menekan tingkat stres akibat paparan informasi digital yang terus-menerus.

​Kedua, disektor konsumsi, terjadi peningkatan permintaan terhadap produk lokal dan ramah lingkungan.

Sosiolog lingkungan, Maria Utami, lewat tulisannya di blog pribadinya menjelaskan bahwa konsumen kini lebih kritis terhadap asal-usul barang yang mereka beli.

BACA JUGA:Danau Biru Jadi Magnet Baru Wisata di Ogan Ilir : Ramah Anak-anak dan Lansia !

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan