Asal Usul Gado-Gado, Kuliner Ikonik Betawi yang Mendunia

Asal Usul Gado-Gado, Kuliner Ikonik Betawi yang Mendunia-foto : tangkapan layar ig, kyoko_nakatake--

UNIK, KORANPALPOS.COM - Gado-gado dikenal sebagai salah satu kuliner khas Indonesia yang kaya akan sayuran dan disiram saus kacang gurih.

Hidangan ini tak hanya populer di Jakarta dan sekitarnya tetapi juga telah dikenal hingga mancanegara sebagai “Indonesian salad” berkat keunikan rasa dan nilai gizinya.

Di balik kelezatannya, gado-gado memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan budaya masyarakat Betawi.

Asal usul gado-gado diyakini berasal dari Batavia, nama Jakarta pada masa kolonial.

BACA JUGA:Gaya Unisex dan Genderless Semakin Mendominasi di Tren Fashion 2026

BACA JUGA:Tren Makeup 90-an Warnai Tahun 2026

Kata “gado-gado” sendiri dalam bahasa Indonesia bermakna campur-aduk, merujuk pada berbagai jenis sayuran rebus seperti kangkung, bayam, tauge, kol, kentang serta tambahan tahu, tempe, telur dan lontong yang disajikan dalam satu piring.

Perpaduan beragam bahan ini mencerminkan kebiasaan masyarakat Betawi yang kreatif dalam mengolah bahan pangan sederhana menjadi hidangan bercita rasa tinggi.

Sejumlah sejarawan kuliner menyebut gado-gado mulai dikenal luas pada abad ke-19.

Pada masa itu, masyarakat Betawi memanfaatkan sayuran lokal yang mudah didapat dan memadukannya dengan saus kacang sebagai sumber protein nabati.

BACA JUGA:Bunga Krisan Ungu: Pesona Elegan yang Sarat Makna dan Peluang Ekonomi

BACA JUGA:Berapa Harga Pinang Jambi yang Sudah Mendunia Sepanjang 2025? Ternyata Harganya Cukup Menggiurkan

Penggunaan kacang tanah yang dihaluskan dengan bawang putih, cabai, gula merah dan asam jawa menunjukkan pengaruh kuat cita rasa Nusantara yang kaya rempah.

Pengaruh budaya asing juga turut membentuk gado-gado.

Interaksi dengan budaya Tionghoa dan Eropa pada masa kolonial memperkaya variasi bahan dan cara penyajiannya.

Namun, masyarakat lokal tetap mempertahankan karakter utama gado-gado sebagai makanan rakyat yang terjangkau, sehat dan mengenyangkan.

BACA JUGA:Getuk, Makanan Unik Tradisional Jawa yang Tetap Eksis di Tengah Tren Kuliner Modern

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan