Sepak Bola SEA Games 2025: Singapura Hijrah ke Grup A, Jadwal Indonesia Berubah!
Sepak Bola SEA Games 2025: Singapura Hijrah ke Grup A, Jadwal Indonesia Berubah! Fhoto:@Facebook_Info Sepakbola dan Timnas (New)--
KORANPALPOS.COM- Pembagian grup cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 kembali mengalami perubahan signifikan jelang kick-off pada 3 Desember mendatang. Dalam rapat internal panitia pelaksana, Singapura dipastikan pindah dari Grup C ke Grup A setelah Kamboja resmi mengundurkan diri dari turnamen.
Keputusan ini mengubah struktur kompetisi dan berdampak langsung terhadap persiapan Indonesia U-22 yang sebelumnya telah memetakan strategi untuk menghadapi Singapura di laga perdana.
Perubahan tersebut menjadi sorotan berbagai pihak karena tidak hanya menggeser komposisi grup, tetapi juga mempengaruhi alur persiapan teknis seluruh tim peserta. Indonesia, yang sebelumnya berada satu grup dengan Singapura, kini harus menyesuaikan rencana menghadapi lawan yang berbeda.
Grup C kini hanya menyisakan Indonesia, Myanmar, dan Filipina. Namun panitia memastikan bahwa konfigurasi jadwal berpotensi mengalami rekonstruksi ulang untuk menjaga keseimbangan jumlah pertandingan.
BACA JUGA:Van Gastel Tanggapi Rumor Gio ke Timnas
BACA JUGA:Roma Hentikan Tren Kemenangan Midtjylland
Kamboja sendiri memutuskan mundur dari cabang sepak bola putra pada SEA Games tahun ini setelah menghadapi kendala internal, termasuk kesiapan tim dan faktor teknis lainnya.
Mundurnya Kamboja memaksa penyelenggara melakukan redistribusi peserta demi memastikan kompetisi berlangsung dengan format yang ideal.
Singapura akhirnya menjadi tim yang digeser posisinya ke Grup A, menemani Thailand dan Timor Leste. Grup ini juga diprediksi menjadi salah satu grup dengan persaingan paling ketat karena Thailand tampil sebagai tuan rumah sekaligus favorit juara.
Bagi Indonesia U-22, perpindahan Singapura bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, absennya Singapura dari Grup C membuat peluang Garuda Muda lolos fase grup terlihat lebih terbuka. Namun di sisi lain, Myanmar dan Filipina bukanlah lawan sembarangan.
BACA JUGA:Portugal Pecah Telur di Piala Dunia U-17
BACA JUGA:Hasil Liga Europa 2025/2026:AS Roma Jinakkan Midtjylland 2-1
Kedua negara memiliki tradisi kuat dalam pengembangan pemain muda dan dikenal sering tampil mengejutkan pada ajang multi-event seperti SEA Games.
Pelatih Indonesia perlu melakukan evaluasi ulang terkait rencana pertandingan, terutama karena rival yang dihadapi kini memiliki karakteristik permainan yang berbeda dari Singapura.