Dodol Durian, Oleh-Oleh Khas Nusantara yang Kian Diburu Wisatawan
Dodol durian, manis legitnya khas Nusantara.-foto:Istimewa-
BACA JUGA: Soto Banjar Kuliner Khas Kalimantan Selatan yang Terus Digemari Lintas Generasi
Sulastri, salah satu perajin dodol di Palembang, mengungkapkan bahwa kualitas durian menjadi penentu utama rasa dodol.
“Kami hanya memakai durian lokal yang benar-benar matang pohon. Kalau kualitas duriannya bagus, rasa dodolnya lebih harum dan legit,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa permintaan dodol durian biasanya melonjak hingga dua kali lipat saat akhir tahun dan libur sekolah.
Walau proses produksi tergolong panjang, para perajin tetap mempertahankan teknik tradisional agar rasa asli tetap terjaga.
Inilah yang membuat dodol durian tetap digemari dari generasi ke generasi.
Dodol durian kini tidak hanya dijual dalam kemasan tradisional berbentuk potongan, tetapi juga tersedia dalam variasi modern seperti kemasan mini, dodol durian gulung, hingga dodol durian premium dengan tambahan kacang mete.
Inovasi ini dilakukan untuk menarik konsumen milenial yang menyukai produk praktis dan kekinian.
Selain itu, beberapa produsen juga memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar.
Melalui media sosial dan marketplace, dodol durian kini dapat dipesan dari berbagai daerah di Indonesia.
Strategi pemasaran digital ini terbukti meningkatkan penjualan hingga 40 persen selama 2024–2025.
Bagi wisatawan, dodol durian menjadi alternatif menarik selain buah durian segar yang tidak selalu tahan dibawa bepergian.
Dengan daya simpan mencapai beberapa minggu bahkan bulan, produk ini mudah dikemas dan aman dikirim antar daerah.
Dodol durian bukan hanya soal kuliner, tetapi juga bagian penting dari perekonomian masyarakat.
Para pelaku UMKM pengolahan dodol durian menyerap banyak tenaga kerja lokal, mulai dari pemasok durian, produsen santan, hingga pekerja yang mengaduk adonan dan mengemas produk.