Ekonom Prediksi Harga Emas Capai 3.200 Dolar AS : Imbas Kebijakan Tarif Trump !

Harga emas Antam terbaru 22 April 2025-Foto : Dokumen Palpos-

Ia menekankan bahwa penerapan tarif tinggi dapat memengaruhi neraca perdagangan Indonesia dan melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah akan mengalami pelemahan yang cukup signifikan akibat tekanan dari kebijakan tarif AS.

“Rupiah bisa melemah hingga menyentuh level 16.900 per dolar AS dalam waktu dekat, dengan potensi menembus 17.000 per dolar AS jika ketidakpastian global semakin meningkat,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan tarif AS juga diperkirakan akan berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ibrahim memproyeksikan IHSG dapat mengalami penurunan sebesar 2-3 persen pada perdagangan Senin mendatang akibat meningkatnya ketidakpastian global dan reaksi negatif investor terhadap perang dagang yang kembali memanas.

“Investor cenderung menghindari risiko dalam kondisi seperti ini. Oleh karena itu, kita akan melihat arus modal keluar dari pasar saham ke aset yang lebih aman, termasuk emas,” jelasnya.

Sementara itu, Ibrahim juga menyoroti perkembangan di Eropa.

Meskipun Rusia dan Ukraina telah menyepakati perjanjian perdamaian, ada dua negara Eropa yang sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan pasukan tambahan guna mendukung Ukraina.

Langkah ini berpotensi memicu eskalasi konflik di kawasan tersebut, yang dapat semakin memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai.

Jika konflik kembali meningkat, pasar global dapat mengalami guncangan yang lebih besar, yang akan mendorong harga emas untuk terus naik.

“Ketika ada ketidakpastian dan risiko eskalasi konflik, emas akan tetap menjadi pilihan utama bagi investor,” tambah Ibrahim.

Dalam menghadapi dampak negatif dari kebijakan tarif AS, Ibrahim menyarankan agar Pemerintah Indonesia segera mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi perekonomian nasional.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Mengenakan Tarif Balasan terhadap Barang AS

Untuk menjaga keseimbangan dalam perdagangan internasional, pemerintah dapat menerapkan tarif impor yang setara terhadap barang-barang dari AS.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan