KORANPALPOS.COM - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, terus melakukan berbagai upaya untuk melestarikan naskah kuno yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan.
"Untuk melestarikan naskah kuno itu, pada 2026 ini digalakkan program identifikasi, pendataan, dan digitalisasi," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang Agus Supriyanto.
Selain menggalakkan program identifikasi, pendataan, dan digitalisasi, pihaknya juga meningkatkan kerja sama dengan semua pihak dan lapisan masyarakat yang memiliki perhatian sama dalam melestarikan naskah kuno.
Kerja sama dan dukungan untuk melestarikan naskah kuno tersebut baru-baru ini dari pihak Kesultanan Palembang Darussalam.
BACA JUGA:Sumsel Kejar Target Stunting 14 Persen
BACA JUGA:Alokasikan Dana Perbaikan Jalan Rp197 M
Melalui upaya tersebut, pihaknya berharap berbagai koleksi naskah kuno yang tersimpan dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
"Generasi muda diharapkan dapat memahami dan menghargai warisan sejarah yang dimiliki Kota Palembang melalui koleksi naskah kuno," ujar dia.
Pada kesempatan sebelumnya, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikrama RM Fauwaz Diradja, menyatakan menyambut baik program pelestarian naskah kuno digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang.
Berbagai koleksi pustaka, manuskrip, dan benda pusaka yang dimiliki kesultanan itu, bagian penting dari sejarah dan identitas budaya Palembang yang perlu dijaga serta diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Kami sangat mendukung kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, terutama dalam pendataan, pelestarian, dan digitalisasi berbagai pustaka serta benda-benda pusaka yang kami miliki," katanya.
BACA JUGA:Dugaan Pelanggaran SPMB SMA di 3 Sekolah
BACA JUGA:Masyarakat Diminta Laporkan Dugaan Penyelewengan SPMB SMA
Melalui upaya itu, masyarakat dapat lebih mengenal kekayaan sejarah dan budaya Palembang yang tersimpan dalam berbagai naskah dan koleksi bersejarah.
"Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pendataan dan digitalisasi, tetapi juga dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan edukatif dan budaya yang melibatkan masyarakat," kata Sultan SMB IV Jayo Wikrama RM Fauwaz. (ant)