Ia menambahkan, seluruh sapi yang disalurkan merupakan sapi premium dengan kualitas unggul. Jenis sapi yang dipilih antara lain Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Belgian Blue, Charolais, Sapi Bali, hingga Friesian Holstein (FH).
Tidak hanya memperhatikan kualitas, pemerintah juga memastikan seluruh hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan syariat Islam. Semua sapi telah memiliki surat keterangan kesehatan hewan, berusia lebih dari dua tahun, berjenis kelamin jantan, serta dalam kondisi sehat dan tidak cacat.
Program penyediaan hewan kurban tersebut melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Presiden bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, dinas peternakan dan kesehatan hewan daerah, serta Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI).
BACA JUGA:Haris Moti Nilai Prabowo-Gibran Sejalan Amanat Reformasi 1998
Menariknya, seluruh sapi kurban Presiden berasal dari peternak lokal di berbagai daerah. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi stimulus bagi peningkatan kualitas dan produktivitas peternakan nasional, sekaligus membantu perekonomian peternak dalam negeri.
Selain sebagai bentuk ibadah dan kepedulian sosial, penyaluran hewan kurban Presiden juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang perayaan Idul Adha.
Juri menegaskan Presiden Prabowo memberikan arahan agar distribusi daging kurban dilakukan secara tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat luas melalui pemerintah daerah maupun lembaga yang dipercaya untuk menyalurkannya.
BACA JUGA:Prabowo Kenang Bantuan Megawati
BACA JUGA:MPR Dukung Reformasi Ekspor SDA
Dengan jumlah penyaluran yang mencapai lebih dari seribu ekor sapi, program kurban Presiden tahun ini menjadi simbol semangat berbagi dan penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. (ant)