Eddy juga memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Menurutnya, proyek tersebut akan menjadi faktor kunci dalam menekan biaya logistik serta meningkatkan efisiensi industri sawit di daerah.
BACA JUGA:Kriya Sriwijaya Dorong Kreativitas dan Pemasaran UMKM Sumatera Selatan
“Kami sangat mengapresiasi inisiasi Pak Gubernur dalam percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Ini akan menjadi kunci menurunkan biaya logistik dan produksi industri sawit di Sumsel,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Dida Gardera, menyebut sektor kelapa sawit sebagai pahlawan perekonomian Indonesia. Ia menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk di dalam negeri.
Andalas Forum VI yang berlangsung selama dua hari ini diikuti lebih dari 500 peserta, melampaui target awal panitia. Kegiatan ini menghadirkan empat sesi seminar yang membahas isu-isu strategis, mulai dari penguatan standar ISPO untuk pasar global hingga inovasi teknologi dalam rantai pasok industri sawit.
Selain seminar, forum ini juga diramaikan oleh pameran yang diikuti 48 stan dari 44 eksibitor. Berbagai inovasi terbaru di sektor kelapa sawit ditampilkan, mencerminkan komitmen pelaku industri dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan.
BACA JUGA:Wagub Cik Ujang Soroti Peran Strategis APJI dan Program MBG
Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang tidak hanya memperkuat industri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dan pelaku usaha kelapa sawit di seluruh Indonesia. (nik/cep)